Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.710 Hari Ini, Posisi Masih di Dekat Level Terendah 52 Minggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:55:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Berdasarkan data Investing.com pada pukul 11:36 WIB, mata uang Garuda turun 4,1 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.715 per dolar AS. Meski menguat, posisi ini masih jauh dari level terkuatnya dalam 52 minggu terakhir yang mencapai Rp16.294, namun juga belum mendekati titik terlemah di Rp18.197,5.

Sepanjang sesi perdagangan pagi ini, rupiah dibuka di level Rp17.698,8 dan sempat berfluktuasi dalam rentang yang cukup lebar, yakni Rp17.685,7 hingga Rp17.785. Pergerakan ini mengindikasikan tekanan jual dolar AS masih dominan, meskipun ada sedikit dorongan beli di tengah sesi.

Kinerja Rupiah Beragam dalam Berbagai Periode Waktu

Jika dilihat dari perspektif lebih panjang, performa rupiah masih menunjukkan tren pelemahan yang konsisten. Dalam enam bulan terakhir, nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga 5,33%, sementara dalam satu tahun terakhir depresiasinya mencapai 7,70%.

Namun, data dalam sebulan terakhir justru mencatat penguatan signifikan sebesar 1,99%. Adapun dalam periode tiga bulan, rupiah masih mampu menguat tipis 0,41%, sementara dalam sepekan terakhir melemah 0,11%.

  • 1 pekan: melemah 0,11%
  • 1 bulan: menguat 1,99%
  • 3 bulan: menguat 0,41%
  • 6 bulan: melemah 5,33%
  • 1 tahun: melemah 7,70%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada momentum penguatan jangka pendek, tekanan struktural terhadap rupiah masih berlanjut. Pasar masih mencermati kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pergerakan indeks dolar AS di pasar global.

Rentang Perdagangan Masih Lebar, Sinyal Volatilitas Tinggi

Selisih antara level tertinggi dan terendah hari ini mencapai hampir 100 poin, mencerminkan ketidakpastian pelaku pasar yang masih tinggi. Level Rp17.785 yang sempat disentuh rupiah hari ini menjadi level terlemah sejak beberapa pekan terakhir, sementara support terdekat berada di kisaran Rp17.680.

Pelaku pasar tampaknya masih menunggu katalis baru, baik dari data ekonomi domestik maupun arah kebijakan moneter global. Posisi rupiah yang berkutat di kisaran Rp17.700-an membuat ekspektasi intervensi bank sentral kembali mengemuka di kalangan trader.

Untuk perdagangan selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada rilis data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik yang bisa mempengaruhi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS. Selama belum ada kepastian arah, volatilitas nilai tukar berpotensi tetap tinggi.

Terkini