Laba ANTAM Tembus Rp6,91 Triliun di Semester I 2026, Ditopang Penjualan Emas Rp50 Triliun

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 02:09:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Kinerja cemerlang di tengah volatilitas harga komoditas global berhasil diraih ANTAM. Emiten berkode saham ANTM ini mencatatkan pendapatan yang ditopang oleh tiga lini bisnis utama, dengan emas masih menjadi raja penyumbang pendapatan.

Emas Jadi Tulang Punggung, Nikel Tumbuh 32%

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, penjualan emas ANTAM mencapai Rp50,39 triliun. Angka ini setara dengan 80% dari total pendapatan perusahaan, dengan volume terjual sebanyak 18.080 kilogram atau sekitar 581.286 troy ons.

Di luar emas, kinerja nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel juga menunjukkan akselerasi. Segmen ini tumbuh signifikan 32% secara tahunan dan menyumbang pendapatan Rp10,41 triliun.

Sementara itu, lini bauksit dan alumina turut memberikan kontribusi positif. Pendapatannya naik 28% menjadi Rp1,88 triliun dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kas Kuat, Aset Membengkak 27%

Bukan hanya pendapatan yang moncer, fundamental keuangan ANTAM juga semakin kokoh. Posisi kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar Rp9,23 triliun, memberi ruang gerak yang lebar untuk ekspansi maupun kebutuhan operasional.

Total aset perusahaan pun melesat 27% secara tahunan menjadi Rp61,27 triliun. Pertumbuhan aset ini sejalan dengan kenaikan EBITDA yang melonjak 35% menjadi Rp9,62 triliun, menandakan efisiensi biaya operasional yang semakin membaik.

Strategi Disiplin Modal Kerja dan Dominasi Pasar Lokal

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, mengaitkan pencapaian ini dengan penguatan kinerja operasional dan disiplin keuangan yang konsisten. Ia menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence.

"Pencapaian ini menjadi landasan bagi ANTAM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Untung dalam keterangan resminya.

Dari sisi pasar, ANTAM tidak bergantung pada ekspor. Penjualan domestik mendominasi hingga 96% dari total pendapatan, menunjukkan permintaan dalam negeri yang kuat, terutama untuk produk emas batangan.

Likuiditas Sehat untuk Agenda Ekspansi Jangka Panjang

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira, menambahkan bahwa fokus perseroan saat ini adalah memastikan profitabilitas yang diraih dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat. Dengan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, perseroan menatap paruh kedua 2026 dengan modal yang kuat.

"Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTAM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh untuk memenuhi kebutuhan operasional dan agenda pertumbuhan jangka panjang," tegas Arini.

Dengan perpaduan antara harga emas yang masih bersinar dan permintaan nikel yang tumbuh, ANTAM diposisikan untuk melanjutkan momentum positifnya hingga akhir tahun.

Terkini