BPKH Kirim Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:28:32 WIB
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) lewat Program Kemaslahatan mendistribusikan ribuan paket bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak bencana alam di beberapa daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang diserahkan mencakup pasokan makanan, air bersih, sarana kebersihan, tempat tinggal sementara, sampai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Melalui nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), BPKH menjalankan amanat untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui Program Tanggap Bencana, sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk membantu masyarakat terdampak agar dapat bangkit dan pulih bersama,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah di Jakarta, Kamis.

Distribusi bantuan ini dijalankan secara bertahap mulai tanggal 26 Agustus 2026 lewat Program Tanggap Bencana dengan menggandeng tiga Mitra Kemaslahatan, yakni PPPA Daarul Quran, DT Peduli, serta Rumah Zakat. 

Proses pengiriman dilaksanakan pada sejumlah kabupaten terdampak dengan memperhatikan kondisi serta keperluan riil warga di lokasi.

Bantuan yang diberikan mencakup 9.000 porsi makanan beserta air dari dapur umum, tiga lokasi penyediaan distribusi air bersih termasuk toren air, 900 paket sembako, 900 paket perlengkapan higienis, 900 paket tenda atau hunian sementara, enam pos pelayanan kesehatan, 900 kemasan abon, serta 900 kaleng rendang.

Seluruh dukungan tersebut menyasar beberapa daerah yang mengalami dampak terparah. PPPA Daarul Quran menyalurkan bantuan ke Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur. 

DT Peduli bertugas di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, serta Kabupaten Manggarai Barat, sementara Rumah Zakat menjangkau Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur.

Fadlul menuturkan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen BPKH dalam memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas, khususnya mereka yang tengah menghadapi situasi darurat akibat musibah bencana. 

Menurut pandangannya, penanganan bencana menuntut kerja sama erat dari berbagai pihak supaya bantuan bisa tersalurkan secara tepat guna dan sesuai kebutuhan warga.

Karena alasan itulah, BPKH menggandeng Mitra Kemaslahatan yang mempunyai kapabilitas serta jangkauan operasional langsung di wilayah terdampak.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Fadlul.

Sinergi bersama Mitra Kemaslahatan ini sekaligus berfungsi memperluas sebaran manfaat program agar setiap bentuk dukungan bisa tersalurkan secara lebih tepat sasaran serta responsif terhadap kebutuhan di lapangan. 

Ia menambahkan bahwa program kemaslahatan merupakan kegiatan penyaluran nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) oleh BPKH yang difokuskan guna memberikan dampak positif yang luas bagi umat melalui beragam sektor unggulan, serta dijalankan secara profesional, akuntabel, dan berpedoman pada aturan yang berlaku.

Terkini