Pemprov Sumut Siapkan Insentif Sertifikasi Halal 5.000 UMKM di 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:35:02 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut Bobby Nasution mengalokasikan insentif sertifikasi halal untuk 5.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai tahun 2027. 

Langkah strategis ini dipacu Pemprov Sumut demi mempercepat pengembangan ekosistem industri halal sekaligus menggenjot daya saing produk UMKM daerah.

Bobby menguraikan, saat ini Sumut dihuni sekitar 1,4 juta pelaku UMKM. Kendati demikian, baru berkisar 100.000 pelaku UMKM yang mengantongi sertifikasi halal.

"Insyaallah tahun depan kami akan memberikan insentif kepada 5.000 UMKM untuk melakukan sertifikasi halal,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Pernyataan tersebut diutarakan Bobby di sela-sela perhelatan Sumut Halal Fest 2026, Rabu (26/8/2026).

Bobby menaruh harapan besar agar penyediaan fasilitasi ini dapat memacu pertumbuhan industri halal secara lebih masif di Sumut. Seiring dengan kian bertambahnya produk UMKM yang memegang sertifikat resmi halal, para pemilik usaha diyakini mampu menembus ceruk pasar yang lebih luas dan melipatgandakan daya saing produknya.

Agenda ini menjadi kelanjutan dari program Pemprov Sumut yang sebelumnya telah memfasilitasi 1.000 UMKM untuk mengamankan sertifikasi halal pada tahun 2026. Rencana perluasan insentif hingga menyasar 5.000 UMKM pada 2027 diproyeksikan dapat memperbesar cakupan bantuan, terkhusus bagi para pelaku UMKM yang belum memegang sertifikasi halal.

Arah kebijakan tersebut menuai respons positif dari Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan. Sosok yang akrab disapa Babe Haikal ini menilai, terobosan Bobby sangat selaras dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam memetakan potensi raksasa industri halal.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Mas Bobby hari ini. Halal hari ini berkat kejeniusan Bapak Presiden Prabowo Subianto karena memang ada alasannya," ujar Haikal pada agenda yang sama.

Haikal mengutarakan bahwa industri halal tidak boleh sekadar dipandang dalam lingkup keagamaan semata. Menurut pertimbangannya, sertifikasi halal bertindak pula sebagai identitas mutu produk yang menjamin kualitas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar.

"Kalau mikirnya halal haram itu urusan agama semata, kurang jauh mainnya. Jadi memang industri halal sudah berjalan, dunia sudah menjalankannya. Betapa banyak brand-brand dunia masuk ke Indonesia," ucapnya.

Haikal turut menambahkan bahwa keputusan Pemprov Sumut menggenjot fasilitasi sertifikasi halal merupakan langkah yang patut diacungi jempol. Ia membeberkan, hingga kini baru tercatat 47.434 pengusaha di Sumut yang resmi memiliki sertifikat halal. Angka ini dinilai masih sangat minim jika dikomparasikan dengan jumlah total pelaku usaha di skala nasional.

"Di Sumut ini angka halalnya 47.434 pengusaha, tapi total pengusaha di Indonesia itu ada 54 juta. Artinya enggak sampai 1 persen. Come on, jadi tadi 5.000 yang mau difasilitasi, alhamdulillah Mas Bobby harus kami apresiasi," katanya.

Haikal secara beriringan melabeli Bobby sebagai figur gubernur berprestasi dan menggarisbawahi bahwa kepedulian terhadap UMKM telah konsisten ditunjukkan Bobby sejak memegang mandat sebagai Wali Kota Medan.

"Mas Bobby ini gubernur berprestasi, banyak hal yang sudah dilakukannya bahkan semenjak dia jadi Wali Kota Medan dulu. Hari ini Gubernur Sumut ingin membantu ribuan UMKM mendapatkan sertifikasi halal, ini luar biasa," tutur Haikal.

Terkini