JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI lewat unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) mendirikan tiga unit masjid sementara demi merespons kebutuhan sarana ibadah masyarakat terdampak guncangan gempa bumi di beberapa daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid lewat siaran pers di Jakarta, Senin, mengutarakan bahwa pembuatan tiga masjid darurat itu dilaksanakan sebagai langkah tanggap atas keharusan pemenuhan fasilitas ibadah warga di tengah serbaketerbatasan pascaditerpa gempa.
"Kami sangat berduka atas bencana gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Saat ini Baznas terus mengerahkan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini," katanya.
Sodik merinci sebaran lokasi tiga masjid darurat tersebut, yaitu berada di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, serta dua titik lainnya berlokasi di Kampung Kajulaki dan Desa Nangadhero di wilayah Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Ia berpandangan dampak kehancuran gempa tidak cuma merusak pemukiman warga serta fasilitas publik, melainkan juga menyasar bangunan masjid yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah.
Keadaan tersebut menyebabkan agenda keagamaan warga ikut terganggu, sehingga keberadaan sarana ibadah darurat menjadi prioritas yang mesti secepatnya direalisasikan.
"Kita ketahui banyak bangunan yang rusak parah, termasuk masjid. Karena itu, sementara ini kami berupaya menghadirkan tiga masjid darurat agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman selama proses pemulihan berlangsung. Alhamdulillah, banyak relawan dan masyarakat turut membantu mendirikan masjid darurat ini," ujarnya.
Sodik menegaskan Baznas bakal secara konsisten memantau perkembangan kebutuhan para penyintas gempa di pelbagai wilayah NTT. Penyaluran logistik dan bantuan akan disesuaikan dengan fakta lapangan, dengan mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak bagi warga.
Ia menaruh harapan agar kehadiran masjid sementara tersebut mampu memfasilitasi warga dalam memulihkan aktivitas spiritualnya di masa rehabilitasi. Uluran tangan dari pelbagai elemen juga diharapkan mengalir berkesinambungan supaya masyarakat terdampak bencana di NTT bisa segera bangkit serta menata kembali kehidupannya seperti sedia kala.
Di sisi lain, Anggota Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) Deden Nurjaman, yang memberikan kabar terkini dari area terdampak di NTT, mengungkapkan salah satu pengerjaan masjid darurat diupayakan pada area Masjid Darul Arqam Talage di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, yang mengalami kerusakan hebat sehingga tidak aman digunakan untuk ibadah.
Deden memaparkan, masjid darurat tersebut didirikan pada area pelataran masjid dengan dimensi 10x12 meter lewat kerja bakti bersama warga lokal. Pengerjaan diproyeksikan secepatnya selesai supaya masyarakat dapat kembali menunaikan salat secara bersama-sama.
"Insya Allah, dalam tiga sampai empat hari ke depan masjid ini sudah bisa digunakan. Insya Allah, shalat Jumat pada pekan depan juga sudah dapat dilaksanakan secara berjamaah bersama warga," ucap Deden.
Sebagaimana diketahui, Baznas turut menerjunkan personel Rumah Sehat Baznas (RSB) guna menangani dampak kesehatan akibat gempa di NTT. Di samping itu, Baznas juga menyalurkan pasokan logistik pangan, posko dapur umum, hingga fasilitas dapur air demi menopang kebutuhan dasar para korban.