42 Perusahaan di Kalimantan Diduga Jadi Pemicu Karhutla

42 Perusahaan di Kalimantan Diduga Jadi Pemicu Karhutla
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan bahwa terdapat sekitar 42 korporasi di kawasan Pulau Kalimantan yang disinyalir turut menjadi dalang di balik kemunculan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di mana belasan di antaranya telah terindikasi kuat melakukan pelanggaran hukum.

“Kami baru saja meng-update ya di Kalimantan ini ada sekitar 42 perusahaan yang terlibat dalam munculnya kebakaran ini. Ini baru di Kalimantan, di Sumatra nanti sedang diupdate datanya,” kata Jumhur setelah meninjau penanganan karhutla di kawasan Jalan Kurnia, Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026).

Ia memaparkan bahwa pemrosesan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, baik skala perorangan maupun korporasi, bakal dieksekusi lewat kerja sama sinergis bersama pihak Kepolisian. Sementara itu, instrumen penjatuhan sanksi denda serta administratif bagi korporasi nakal berada di bawah yurisdiksi Kementerian Lingkungan Hidup berlandaskan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan kepada perusahaan tidak sekadar berhenti pada hukuman denda finansial, melainkan turut mengkalkulasikan tanggungan kerugian negara serta biaya pemulihan ekosistem lingkungan yang rusak akibat amukan api, sehingga total akumulasi beban kewajiban yang dibebankan kepada korporasi bisa membengkak hingga nominal yang sangat masif.

“Untuk hukuman denda dan sanksi-sanksi lain kepada perusahaan itu memang kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi kami nanti ada yang disebut dengan kerugian negara, ada juga yang kami sebut dengan biaya pemulihan,” ujarnya.

Menteri LH menaruh harapan agar penegakan sanksi dan hukuman tegas terhadap korporasi yang terlibat mampu memunculkan efek jera yang nyata, sehingga rentetan pelanggaran pemicu karhutla tidak lagi terulang di masa mendatang.

Selepas memantau langsung titik lokasi karhutla, Jumhur turut membagikan sejumlah bingkisan bantuan kepada para warga setempat yang menderita akibat paparan kabut asap, meliputi suplai vitamin penunjang kesehatan, masker pelindung pernapasan, paket bahan pangan, serta bentuk uluran tangan lainnya demi meringankan beban masyarakat menghadapi dampak bencana asap.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index