JAKARTA - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani memastikan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak ataupun menjadi korban gempa bumi tidak sendirian, karena pihaknya pun sudah menugaskan Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur untuk bersiaga di lokasi.
Berdasarkan keterangannya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Dapil setempat bakal melakukan hal-hal yang diperlukan. Beberapa waktu lalu, ucapnya, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia juga sudah berkunjung ke Nusa Tenggara Timur untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Kami juga sudah berkoordinasi, kami akan mengirimkan bantuan yang kemarin sudah dicek apa saja yang dibutuhkan," kata Puan seusai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Setelah itu, menurutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencatat kebutuhan-kebutuhan lanjutan selama masa tanggap darurat ini.
Oleh sebab itu, dirinya pun menyampaikan duka cita yang mendalam kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur atas musibah alam yang terjadi.
"DPR, pemerintah, unsur-unsur masyarakat, partai politik, Insyaallah semuanya bergotong royong untuk segera mempercepat proses atau mempercepat bantuan yang harus segera dilaksanakan di sana," kata dia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan bahwa sampai Minggu sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur mencapai 53 jiwa.
"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (16/8).
Aparat gabungan juga mengevakuasi serta melaksanakan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Jumlah keseluruhan korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.