Pasca Gempa NTT, PT Pelni Pastikan Operasional Kapal di Maumere Lancar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:31:01 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengonfirmasi bahwa aktivitas pelayaran dari maupun menuju Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap beroperasi setelah peristiwa gempa bumi yang terjadi pada Sabtu pagi.

"Dalam pelaksanaannya, Pelni melakukan sejumlah penyesuaian kegiatan operasional dengan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran proses embarkasi dan debarkasi," kata Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pihaknya menyatakan bahwa keamanan penumpang, kru kapal, serta semua pihak yang terlibat dalam aktivitas operasional menjadi prioritas tertinggi perusahaan saat menangani situasi tersebut.

“Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT," ucapnya.

Pelni menjamin aktivitas kapal terus berlangsung dengan memprioritaskan keamanan, serta secara aktif melakukan koordinasi bersama otoritas pelabuhan dan pihak terkait guna menjamin layanan bagi masyarakat tetap berlangsung wajar.

"Akibat gempa bumi pada Sabtu pagi tadi, sejumlah fasilitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere turut terdampak," ucapnya.

Untuk sementara waktu, armada Pelni yang melakukan aktivitas sandar di Maumere akan memanfaatkan Dermaga 2, guna mengganti Dermaga 4 yang sebelumnya menjadi tempat sandar kapal.

Manajemen Pelni bersama pengelola pelabuhan serta otoritas lokal terus menjalin koordinasi untuk memastikan status dan kesiapan sarana pelabuhan, termasuk menerapkan penyesuaian terhadap aktivitas layanan penumpang.

Sebagai wujud dari langkah penanganan, upaya evakuasi terhadap fasilitas tangga darat yang terjatuh ke perairan juga bakal segera dilaksanakan demi menjamin tidak adanya gangguan terhadap keamanan dan kelancaran operasional kapal.

Pelni menjamin setiap penyesuaian aktivitas sandar serta layanan bagi penumpang dilakukan dengan memprioritaskan aspek keamanan, baik bagi armada, penumpang, kru kapal, maupun semua pihak yang ikut serta dalam alur embarkasi dan debarkasi.

Budi menambahkan pihak perusahaan senantiasa mengawasi perkembangan situasi di lokasi dan menyesuaikan operasional berdasarkan instruksi dari otoritas berwenang.

“Kami terus berkoordinasi dan memonitor perkembangan kondisi di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan kami lakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penumpang,” tambah Budi.

Sementara itu, bagi pengguna jasa yang terkena dampak gempa dan memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan, Pelni menyediakan kebijakan penggantian biaya atau "refund" sebanyak 100 persen sebagai salah satu bentuk penanganan keadaan "force majeure".

Tindakan pengembalian biaya tersebut bakal diupayakan maksimal paling lama H+2 dari waktu keberangkatan armada.

Perusahaan juga memberikan imbauan kepada seluruh calon pengguna jasa serta pengguna layanan untuk senantiasa menyimak informasi resmi mengenai jadwal dan layanan kapal lewat kanal resmi perusahaan.

"Kami akan menyampaikan perkembangan operasional lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan arahan dari otoritas terkait," kata Budi.

Terkini