Pelindo Lakukan Uji Emisi 500 Kendaraan Guna Percepat Dekarbonisasi Pelabuhan

Pelindo Lakukan Uji Emisi 500 Kendaraan Guna Percepat Dekarbonisasi Pelabuhan
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memeriksa kadar emisi pada kurang lebih 500 armada operasional serta logistik di empat kota sebagai upaya mempercepat dekarbonisasi dan merealisasikan manajemen pelabuhan yang lebih berwawasan lingkungan.

Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo mengungkapkan bahwa pemeriksaan emisi armada operasional serta armada logistik yang beroperasi di lingkungan pelabuhan merupakan Program Merdeka Emisi, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Program ini dilaksanakan serentak di Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar dengan melibatkan sekitar 500 kendaraan," kata Drajat dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Ia menuturkan bahwa Program Merdeka Emisi adalah bagian dari langkah Pelindo menuju manajemen pelabuhan yang kian berwawasan lingkungan. Menurutnya, setiap hari ribuan armada hilir mudik di area pelabuhan. 

Maka dari itu, ikhtiar menuju Green Port harus menyertakan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan.

"Merdeka Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” ujarnya.

Ia menekankan semangat Merdeka Emisi selaras dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia lewat seruan kepada seluruh pelaku logistik agar menjaga area pelabuhan dengan memastikan armada mematuhi standar emisi.

Dalam praktiknya, armada melalui pengecekan emisi untuk mengetahui status gas buang. Armada yang hasil tesnya belum memenuhi standar emisi diminta melakukan perawatan dan perbaikan sebelum mengikuti pengecekan ulang. 

Pelaksanaan pemeriksaan emisi langsung di area pelabuhan pun memberikan keringanan bagi para sopir. Mereka dapat melakukan pengecekan sembari melakukan tugas harian tanpa perlu mencari tempat pengecekan di luar pelabuhan.

Program Merdeka Emisi menyempurnakan bermacam langkah Pelindo dalam meminimalkan dampak lingkungan dari operasional kepelabuhanan. 

Pelindo terus melakukan penghematan konsumsi energi serta bahan bakar, elektrifikasi peranti dan armada operasional, digitalisasi alur kerja, serta penggunaan energi baru terbarukan di berbagai sarana pelabuhan.

Ia memaparkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebanyak 200 armada mengikuti pemeriksaan emisi. Sebagian besar adalah truk kontainer yang tiap harinya menangani aktivitas logistik di area pelabuhan. 

Tingginya intensitas pergerakan armada menjadi hal yang patut diberikan atensi dalam manajemen lingkungan di area pelabuhan.

Melalui Merdeka Emisi, Pelindo menyerukan kepada perusahaan transportasi, sopir, serta pelaku industri logistik untuk bersama-sama menjaga kondisi armada dan mematuhi standar emisi yang ditetapkan. 

Di sektor lingkungan, Pelindo pun melaksanakan rehabilitasi serta konservasi area pesisir dan program pelestarian keanekaragaman hayati di berbagai lokasi operasional.

Menurut Drajat, langkah ini pun seirama dengan semangat Danantara Indonesia dalam memotivasi perusahaan-perusahaan BUMN untuk menciptakan progres yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah jangka panjang bagi negara. 

Pelabuhan sebagai pintu utama perdagangan nasional memiliki fungsi krusial dalam mendukung peralihan menuju ekonomi rendah karbon sekaligus menjaga efektivitas rantai logistik nasional.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyatakan inisiatif menjaga mutu udara di area pelabuhan memerlukan peran serta seluruh pihak yang beraktivitas di dalamnya.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi," kata Wamenhub.

Ia menegaskan pengendalian emisi armada menjadi elemen krusial dalam memelihara mutu udara serta memotivasi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

"Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index