Penyebab Gempa M7,7 di NTT Menurut BMKG Sesar Naik Busur Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:51:01 WIB
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores.

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut penjelasannya, jalur sesar tersebut memiliki potensi kerawanan untuk memicu terjadinya gempa bumi dengan kekuatan maksimum mencapai magnitudo 7,8 hingga 7,9.

"Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 - 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," kata Wijayanto.

Ia menuturkan bahwa berdasarkan catatan historis masa lalu, wilayah tersebut pernah mengalami gempa bumi bermagnitudo 7,5 pada tahun 1992 yang kala itu menimbulkan dampak kerusakan yang sangat parah.

"Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi. Nanti akan terus kami monitor aktivitas gempa susulannya," kata Wijayanto.

Pihak BMKG sendiri telah secara resmi menyatakan bahwa status peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Kendati demikian, instansi tersebut menegaskan akan terus memantau pergerakan aktivitas kegempaan susulan serta menyampaikan pembaruan data secara berkala kepada masyarakat luas.

"Kami sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kami akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Wijayanto.

Terkini