Kepala BIM Ungkap Alasan Pendirian BMKS Demi Harga Referensi Sendiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59:31 WIB
Pimpinan Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Pimpinan Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto mengemukakan bahwa pendirian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang diagendakan aktif pada 2027 bermaksud supaya Indonesia mempunyai patokan harga serta tidak menyandarkan diri pada bursa di mancanegara.

"Melalui bursa ini, pembentukan harga, standar mutu dan penyelesaian transaksi dapat berlangsung secara transparan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya agar Indonesia memiliki harga referensi sendiri dan tidak bergantung pada bursa di luar negeri," katanya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pimpinan BIM menuturkan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Indonesia telah dibentuk, dengan menggandeng BIM, Danantara, Bank Indonesia, serta OJK sebagai koordinatornya, beserta unsur ekosistem bursa, seperti lembaga kliring, surveyor, pengelola pergudangan, korporasi tambang, dan asosiasi industri.

Langkah tersebut dijalankan sebagai kelanjutan dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto demi merancang sistem perdagangan yang terorganisasi dan terintegrasi guna memperdagangkan mineral serta komoditas strategis, mencakup produk turunannya.

"Dalam proses pembentukannya, Satgas juga akan terus berkoordinasi dan meminta masukan serta arahan dari kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," ujar dia.

Berdasarkan pandangan Brian, kerja sama antarsektor amat penting agar rancangan bursa bersesuaian dengan kebijakan pertambangan, perdagangan, hilirisasi industri, serta agenda perekonomian negara.

Ia menyatakan satuan tugas saat ini bekerja secara intensif merumuskan seluruh komponen yang diperlukan, mulai dari regulasi, tata kelola, dan kelembagaan sampai teknologi, operasional, serta komunikasi.

"BIM secara khusus menyiapkan fondasi dari sisi hulu, termasuk penguatan data sumber daya dan cadangan, standardisasi mutu serta spesifikasi produk, dan percepatan hilirisasi agar komoditas yang diperdagangkan kredibel, dapat ditelusuri, dan memiliki nilai tambah tinggi," ujarnya.

Brian menaruh harapan supaya BMKS bertransformasi menjadi bursa yang likuid, sekaligus ekosistem mineral strategis yang kokoh, transparan, dan terpadu dari hulu hingga hilir. 

Di samping itu, BMKS diproyeksikan menjadi penggerak hilirisasi, memperkokoh kemandirian industri pertahanan, serta menopang ketahanan ekonomi dan keamanan nasional.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mematok target agar Indonesia mempunyai BMKS yang mulai aktif pada 1 Januari 2027.

"Dengan dukungan DPR, rencana kami 1 Januari 2027, kami akan memiliki bursa komoditas sendiri. Kami targetkan, ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera dibahas dengan DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," ujar Presiden Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI Jakarta (14/8).

Terkini