Pendapatan Melonjak, BEST Cetak Laba Rp144 Miliar di Semester I/2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 02:00:31 WIB
Kantor PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) meraup pemulihan kinerja yang amat mencolok sepanjang semester I/2026. Angka pendapatan perseroan meroket hingga 303,35% apabila dikomparasikan dengan kurun waktu yang serupa tahun sebelumnya, di samping keberhasilan perolehan laba bersih yang sukses kembali masuk ke teritori positif.

Merujuk pada dokumen laporan keuangan per semester I/2026, BEST mengantongi total pendapatan senilai Rp380 miliar, yang berarti melesat setinggi 303,35% jika disandingkan dengan perolehan periode tahun lalu yang hanya membukukan angka sebesar Rp94,31 miliar.

Bersamaan dengan itu, korporasi juga sukses membukukan laba bersih sejumlah Rp144 miliar, yang sekaligus mencatatkan titik balik keluar dari rapor merah kerugian pada semester I/2025 yang kala itu tercatat minus Rp58,25 miliar.

Sekretaris Perusahaan BEST Herdian mengutarakan bahwa lonjakan performa positif tersebut utamanya ditopang oleh tingginya volume pelepasan lahan industri. Hingga penutupan paruh pertama 2026, realisasi penjualan lahan industri berhasil menyentuh angka Rp265 miliar.

"Selain penjualan lahan, kinerja perseroan turut ditopang oleh pendapatan berulang atau recurring income yang terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Pihak emiten juga konsisten merawat efisiensi operasional serta menerapkan kedisiplinan ketat dalam hal manajemen anggaran agar ekspansi pemasukan dapat memberikan imbas optimal terhadap tingkat profitabilitas perusahaan.

Di samping faktor tersebut, perseroan senantiasa mempertahankan kondisi finansial yang sehat melalui rasio pinjaman yang rendah, penataan struktur permodalan yang stabil, serta alokasi modal kerja yang terkontrol dengan baik.

Berbekal pencapaian kinerja yang memuaskan selama kurun waktu enam bulan pertama tahun ini, manajemen BEST tetap menaruh optimisme tinggi untuk sanggup mencatatkan hasil akhir yang jauh lebih unggul dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pihak korporasi masih belum mengambil keputusan final terkait rencana revisi target marketing sales, pos pendapatan, maupun perolehan laba bersih hingga pengujung tahun 2026.

Pihak manajemen berpandangan bahwa dinamika perekonomian global masih menyisakan pelbagai bentuk ketidakpastian. Meskipun demikian, prospek serta peluang penanaman modal di sektor kawasan industri dinilai tetap menjanjikan.

“Untuk saat ini, perseroan masih berfokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan dengan mengoptimalkan pipeline yang sedang berjalan serta menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan,” jelas manajemen.

Manajemen menegaskan bakal terus mencermati pergerakan arah pasar global sampai akhir tahun berjalan sebelum mengambil opsi kebijakan strategis lanjutan menyangkut target kinerja perusahaan.

Terkini