Strategi Pemerintah Genjot Kinerja Investasi Dan Pariwisata Q3 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:18:31 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan negara memusatkan perhatian guna menaikkan capaian penanaman modal serta produktivitas sektor pelesiran pada kuartal ketiga (Q3) tahun 2026.

Menko Airlangga saat sesi tanya jawab kilat di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, hari Kamis, menyebutkan hal tersebut ialah salah satu taktik penting demi menggerakkan ekonomi negara menjelang akhir tahun.

“Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kami dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kami genjot”

Selanjutnya, Airlangga memberikan contoh bagaimana Bali beserta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur semakin bertransformasi menjadi tempat kunjungan idaman bagi para pelancong baik domestik maupun mancanegara.

Secara keseluruhan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total perjalanan pelancong nusantara (wisnus) kurun waktu Januari sampai dengan Juni 2026 menyentuh angka 630,41 juta perjalanan, paling tinggi untuk kuartal kedua sejak tahun 2019 atau masa sebelum wabah COVID-19.

Berlandaskan data BPS, kunjungan pelancong asing (wisman) menuju Bali pada bulan Juni 2026 mencatatkan angka 605.013 kunjungan atau meningkat 4,63 persen daripada bulan Mei 2026.

Sementara itu, pada bulan Juni 2026 kuantitas perjalanan wisman di NTB menggapai 1.368.707 jiwa, bertambah 2,73 persen jika dibandingkan bulan Mei 2026. Sebaliknya, kunjungan wisman ke NTT pada bulan Juni 2026 meraih 29.152 kunjungan, melesat 40,73 persen secara tahunan (yoy) serta naik 19,85 persen secara bulanan (mom).

“Ini kan salah satu yang menarik, bahwa Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sehingga sektor yang terkait dengan pariwisata ini terbukti bisa menggeliat dan kami bisa dorong ini untuk low hanging fruit,” ujar Menko Airlangga.

Di samping itu, dirinya juga menggarisbawahi potensi kenaikan kunjungan pelancong asal luar negeri, mencakup pula dari negara-negara wilayah Asia Tenggara (ASEAN) yang kian tersambung melalui jaringan penerbangan udara.

Salah satu wujudnya ialah penerbangan global langsung anyar yang menyambungkan Bali serta Phuket, Thailand oleh perusahaan penerbangan Transnusa.

Jalur penerbangan Bali-Phuket diproyeksikan memikat daya tarik para pelancong, kalangan keluarga, kaum pekerja jarak jauh (digital nomads), hingga para penjelajah yang berniat merasakan kekayaan tradisi, kuliner serta pesona khas milik kedua wilayah tujuan tersebut.

“Nah, juga ada direct flight nanti langsung dari Phuket ke Bali, atau dari Bangkok yang ditambahkan dengan penerbangan Transnusa. Sehingga dengan demikian hubungan tourism dua negara ini bisa meningkat,” kata Menko Airlangga.

Terkini