Kementan Beli Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS Rp10 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56:01 WIB
Mentan Amran Borong Alsintan dan Benih Jagung ITS Rp10 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan komitmennya dalam mempercepat hilirisasi riset perguruan tinggi dengan memborong berbagai alat serta mesin pertanian (alsintan) beserta benih jagung hasil inovasi dari para sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. 

Aksi nyata penyerapan produk riset tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dengan PT ITS Tekno Sains yang berlokasi di Kampus ITS Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7/2026). 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa komitmen Kementan dalam memborong karya riset universitas ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi mengutamakan pemanfaatan produk dalam negeri. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi mengakselerasi pencapaian swasembada pangan nasional.

"Penggunaan inovasi seperti mesin pemanjat kelapa sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan petani, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia dengan produksi 2,8 juta hingga 3 juta ton per tahun," ujar Amran.

Adapun beberapa jenis alsintan kreasi ITS yang dibeli oleh Kementan usai merampungkan tahapan uji coba lapangan mencakup traktor listrik, alat pemanjat kelapa (Mocits), serta mesin listrik penanam padi (Ropatama). Di samping alsintan, Kementan lewat Ditjen Tanaman Pangan turut memborong 200 ton benih jagung unggulan karya dosen Departemen Biologi ITS Mukhammad Muryono.

BACA JUGA Wali Kota Surabaya Angkat Bicara atas Dugaan Korupsi Pakan Satwa KBS Rp10,2 Miliar Hari Anak Nasional, Gubernur Khofifah Pacu Penyiapan Generasi Emas 2045 Gubernur Khofifah Tinjau SRT Sampang, Siap Cetak SDM Unggul Transaksi pengadaan benih senilai Rp10 miliar tersebut diproyeksikan guna mencukupi kebutuhan lahan seluas 13.000 hektare yang memiliki potensi tingkat produktivitas sampai 10 ton per hektare. 

Amran menuturkan apabila program pendampingan riset serta distribusi benih oleh pihak ITS sukses mempertahankan rerata produksi di angka 10 ton per hektare, ia berikrar untuk menaikkan nilai pembelian hingga 10 kali lipat atau menyentuh angka Rp100 miliar pada rentang waktu 10 tahun ke depan.

"Jika itu tercapai, kami dapat meningkatkan produksi jagung nasional tanpa harus menambah luas lahan. Hal seperti inilah yang dibutuhkan sektor pertanian saat ini," kata Amran.

Ia pun menekankan krusialnya penerapan konsep sinergi Triple Helix, yang menyatukan peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan, kalangan akademisi selaku pencipta inovasi, serta sektor industri sebagai pihak manufaktur, dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan. 

Pada momentum yang serupa, Rektor ITS Bambang Pramujati menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya kepercayaan Kementan terhadap hasil riset kampus. Bambang menegaskan bahwa pihak ITS telah siap melangkah menuju proses produksi massal dengan menggandeng mitra industri setelah seluruh rangkaian alsintan tuntas melewati uji fungsi di lapangan.

"Kampus tidak mungkin bergerak sendiri membangun industri. Oleh karena itu, kami bergandengan tangan dengan mitra industri selaku pengembang manufaktur untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah," ujar Bambang.

Terkini