JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri mengalami sejumlah penyesuaian per September 2026. Pertamina secara resmi menaikkan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp19.150 per liter. Tarif bensin berbasis bioetanol tersebut melonjak Rp2.550 per liter dari bulan sebelumnya yang dipatok Rp16.600 per liter.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menerangkan bahwa penyesuaian harga Pertamax Green 95 tersebut menyelaraskan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non-subsidi yang sudah diterapkan sebelumnya, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
"Mulai 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga Pertamax Green 95. Penyesuaian ini mengikuti harga sejumlah produk BBM non-subsidi yang telah dilakukan sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/9/2026).
Sehari sebelumnya, Pertamina telah mengerek harga beberapa BBM nonsubsidi milik mereka. Tarif Pertamax Turbo naik 7,10% menjadi Rp19.600 per liter dari kisaran Agustus 2026 sebesar Rp18.300 per liter. Selanjutnya, harga Dexlite melambung hingga Rp23.700 per liter. Angka ini melonjak Rp4.000 per liter atau 20,30% apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang seharga Rp19.700 per liter.
Harga Pertamina Dex juga meroket menjadi Rp25.200 per liter. Angka tersebut naik Rp4.050 per liter atau 19,15% dibanding posisi Agustus 2026 yang senilai Rp21.150 per liter. Di sisi lain, harga Pertamax bertahan di angka Rp15.950 per liter. Begitu pula untuk harga Pertalite yang bertahan di Rp10.000 per liter serta Biosolar yang tetap Rp6.800 per liter.
Harga BBM Nonsubsidi di Malaysia Turun
Berbanding terbalik, harga BBM nonsubsidi di Malaysia justru mengalami penurunan untuk periode awal September 2026. Melansir Asia One, Kementerian Keuangan Malaysia menetapkan bahwasanya bensin jenis RON 97 dipasarkan seharga 4,25 ringgit (Rp18.669,47) per liter. Sementara itu, RON 95 non-subsidi dipatok pada harga 3,77 ringgit (Rp16.560,92) per liter.
Selanjutnya untuk jenis BBM solar atau diesel non-subsidi diposisikan pada angka 4,67 ringgit (Rp20.514,46) per liter.
Adapun BBM subsidi dari pemerintah setempat dipastikan tidak mengalami perubahan harga seperti halnya BBM nonsubsidi. Malaysia memiliki jenis bensin subsidi lewat program Budi Madani RON95 (BUDI95) serta Sistem Kawalan Petrol Bersubsidi (SKPS).
BBM BUDI95 dialokasikan untuk kendaraan masyarakat umum dengan harga jual 1,99 ringgit atau Rp8.741,71 per liternya. Adapun BBM subsidi SKPS disediakan bagi armada transportasi umum dan komersial pada harga 2,05 ringgit atau Rp9.005,27 per liter.