DINAMIKAUANG.COM — Aset Alami Kontraksi di Tengah Target Ambisius
Penurunan aset pada semester I bukan hal sepele. Industri penjaminan tumbuh dalam bayang-bayang restrukturisasi besar yang tengah berlangsung. OJK menyebut salah satu pendorong pertumbuhan ke depan berasal dari proses pemurnian dan pengalihan portofolio kegiatan usaha penjaminan dari perusahaan asuransi kepada perusahaan penjaminan.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya penyederhanaan struktur usaha di bawah Danantara. Semakin banyak portofolio yang dipindahkan, semakin besar aset yang tercatat di industri penjaminan.
“Didukung proses pemurnian dan pengalihan portofolio kegiatan usaha penjaminan dari perusahaan asuransi kepada perusahaan penjaminan dalam rangka streamlining Danantara,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dalam jawaban tertulis Rapat Dengar Komunikasi (RDK) OJK, Selasa (1/9/2026).
Ogi menambahkan, pertumbuhan aset juga akan ditopang produksi penjaminan baru, hasil investasi, serta kualitas pengelolaan portofolio. OJK akan terus memantau proses tersebut demi memastikan pertumbuhan industri berjalan berkelanjutan.
Pengusaha Menilai Target OJK Terlalu Tinggi
Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) tidak sepenuhnya sejalan dengan proyeksi regulator. Sekretaris Jenderal Asippindo, Agus Supriadi, menilai angka 14%-16% terlalu optimistis. Menurut dia, capaian itu hanya akan realistis jika bisnis penjaminan baru melonjak signifikan pada paruh kedua tahun ini.
“Keberhasilannya akan sangat bergantung pada peningkatan volume penjaminan baru pada semester II-2026, membaiknya kualitas portofolio, menurunnya rasio klaim, serta pulihnya permintaan pembiayaan dari sektor produktif, khususnya UMKM,” kata Agus kepada Kontan minggu lalu.
Hingga kini, asosiasi belum me