BI Jaga Stok Tunai NTT & Kirim 32,5 Ton Bantuan Pascagempa Flores

BI Jaga Stok Tunai NTT & Kirim 32,5 Ton Bantuan Pascagempa Flores
Bank Indonesia (BI). (Foto: NET)

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyatakan komitmen penuh guna mempertahankan ketersediaan uang tunai di Nusa Tenggara Timur (NTT), di tengah masa pemulihan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores sejak 15 Agustus 2026. 

Di samping mendistribusikan bantuan kemanusiaan, pihak otoritas moneter memastikan pelayanan kas terus beroperasi agar roda perekonomian warga terdampak tidak mengalami kelumpuhan.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, yang bertindak mewakili Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali dalam acara pelepasan bantuan di Jakarta pada Senin (31/8/2026), menyatakan bahwa BI Pusat telah membangun koordinasi bersama jajaran kantor perwakilan BI di NTT agar kebutuhan publik terhadap uang tunai senantiasa tercukupi selama masa tanggap darurat serta pemulihan berlangsung.

"Kami minta masyarakat NTT tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan uang tunai. BI memastikan kebutuhan tersebut tetap menjadi perhatian dan akan terus dijaga melalui koordinasi dengan kantor perwakilan BI di wilayah NTT," kata Denny.

Menjaga kelancaran sistem pembayaran serta peredaran uang ini menjadi langkah krusial mengingat pascabencana, akses warga terhadap layanan perbankan konvensional seringkali terkendala oleh kerusakan infrastruktur maupun pemadaman listrik di lokasi terdampak. 

Pada situasi seperti ini, keberadaan uang tunai memegang fungsi vital guna memastikan transaksi ekonomi dasar masyarakat, mulai dari pembelian bahan pokok sampai kegiatan pasar lokal, dapat terus berjalan.

Selain mempertahankan fungsi moneter tersebut, BI turut menyalurkan total bantuan kemanusiaan sebanyak 32,5 ton bagi para korban gempa Flores. Bantuan itu mencakup sembako, peralatan dapur, perlengkapan higienis, obat-obatan, perlengkapan keluarga, peralatan tidur beserta shelter, hingga kebutuhan bayi.

Denny menjelaskan bahwa sejak bencana pertama kali melahirkan dampak, pihaknya langsung menggalang serta mengirimkan bantuan secara bertahap ke lokasi kejadian menyesuaikan tingkat kebutuhan pada setiap fase kedaruratan. 

Pengiriman tahap pertama terlaksana tanggal 24 Agustus 2026 sebanyak 8,5 ton, dengan fokus pada keperluan darurat pascakejadian yang terdiri atas obat-obatan, air mineral, makanan instan, serta perlengkapan kebersihan. 

Pengiriman tahap kedua berlangsung pada 27 Agustus 2026 seberat 9,7 ton yang mencakup bahan pangan utama dan air mineral. Selanjutnya, pengiriman tahap ketiga terlaksana hari ini sebanyak 14,3 ton yang berisikan tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, serta makanan siap saji.

Denny menyampaikan rasa duka serta keprihatinan mendalam atas musibah tersebut, seraya menegaskan bahwa dampak yang ditimbulkan bukan sekadar kerusakan material, melainkan pula kehilangan besar bagi banyak keluarga di wilayah terdampak.

"Bank Indonesia berharap masyarakat di NTT senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan untuk menghadapi situasi sulit serta proses pemulihan setelah bencana," ujarnya.

Distribusi bantuan BI ini dijalankan melalui koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, serta Badan Perwakilan Pemerintah Provinsi NTT. 

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menerangkan bahwa lebih dari 2.000 ton logistik penanggulangan bencana telah diterima di gudang logistik BNPB Halim Perdanakusuma, dengan kisaran 98% di antaranya sudah tersalurkan ke lapangan. 

Pendistribusian didukung penuh oleh TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut, serta pengiriman langsung memakai truk menuju kabupaten tujuan agar prosesnya berlangsung lebih cepat tanpa berpusat di satu titik saja.

"Bantuan tersebut bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dan berbagai institusi untuk memberikan harapan kepada masyarakat NTT," kata Raditya.

Kepala Penghubung Provinsi NTT Florida Taty Setyawati menambahkan bahwa kondisi topografi daerah terdampak cukup menjadi hambatan bagi kelancaran distribusi bantuan secara umum. 

Oleh sebab itu, penerapan strategi pengiriman langsung menuju titik-titik sasaran, termasuk yang diinisiasi oleh BI, dinilai sangat membantu mempercepat akses masyarakat terhadap bantuan yang diperlukan, tak terkecuali generator set (genset) yang banyak dicari akibat keterbatasan pasokan listrik lokal.

Denny menegaskan bahwa BI memahami proses pemulihan pascabencana di NTT tidak akan rampung dalam waktu singkat. 

Karena itu, kolaborasi erat di antara otoritas moneter, pemerintah, unsur TNI, serta pemerintah daerah dipandang perlu untuk terus dipertahankan sampai warga NTT sanggup kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari secara normal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index