JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pemilihan Kurultai (parlemen unikameral) Kazakhstan serta menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai perdana.
“Selamat atas suksesnya Kurultai kepada Presiden Kazakhstan Kassym-jomart Tokayev, dan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai. Kazakhstan telah sukses menjalankan demokrasi konstitusional untuk membenutk New Kazakhstan,” kata Fadjroel menurut siaran pers KBRI Astana yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Fadjroel memandang bahwa pelaksanaan pemilihan parlemen tersebut mengawali fase anyar bagi Kazakhstan. Terbentuknya Kurultai sebagai institusi legislatif unikameral menjadi bagian dari pengejawantahan konstitusi anyar yang disahkan lewat referendum pada 15 Maret 2026.
“Kazakhstan memberikan pesan kepada dunia, bahwa demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip Konstitusi 2026,” ujar Fadjroel.
KBRI Astana menginformasikan bahwa Aibek Dadebay sah menjabat sebagai Ketua Kurultai lewat pemungutan suara rahasia, yang memperoleh dukungan dari 144 dari total 145 anggota parlemen.
Sebelumnya, Presiden Tokayev mengajukan nama Dadebay sebagai kandidat ketua parlemen, menimbang pengalaman kerjanya yang mumpuni sebagai aparatur sipil negara.
Pemilihan Kurultai yang diselenggarakan pada 23 Agustus 2026 mencatat tingkat kehadiran pemilih menyentuh angka 74,08 persen atau melampaui 9,35 juta pemilih yang menyalurkan hak suaranya.
Partai Adilet keluar sebagai pemenang mutlak dengan mengantongi 71,17 persen suara serta menduduki 110 kursi dari keseluruhan 145 kursi parlemen.
Pemimpin Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dalam pidato pembukaan sidang perdana Kurultai mengutarakan bahwa hasil pemilihan umum tersebut mencerminkan dukungan total masyarakat terhadap agenda pembaruan berskala besar yang sedang berjalan di Kazakhstan.
Ia pun menggarisbawahi bahwa pemilu terselenggara secara transparan, jujur, serta berstandar organisasi tinggi, dengan pelibatan sekitar 800 pemantau asing yang mengawasi proses pemungutan suara, yang menjadi catatan tertinggi di sepanjang sejarah parlemen Kazakhstan.