Prabowo Janji Kirim 4 Layar Interaktif ke Sekolah NU

Prabowo Janji Kirim 4 Layar Interaktif ke Sekolah NU
Kepala Negara Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA — Kepala Negara Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU) karena sejumlah lembaga pendidikan dan pondok pesantren di lingkungan NU belum memperoleh layar interaktif panel yang termasuk dalam program digitalisasi pendidikan nasional.

Pernyataan maaf tersebut diungkapkan Prabowo ketika menyampaikan arahan dalam acara pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, Rabu (28/6/2026).

“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama, minta maaf, karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa kendala keterlambatan tersebut berakar dari persoalan administratif. Dirinya juga menekankan bahwa situasi itu sama sekali bukan kesalahan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

“Ini adalah ruang lingkupadministrasi. Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, beliau tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Prabowo, institusi pendidikan di bawah naungan NU berada di bawah koordinasi Kementerian Agama. Oleh karena itu, penyaluran perangkat penunjang belajar tersebut memerlukan keterlibatan kementerian yang membawahi bidang pendidikan keagamaan.

“Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama, benar,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo memastikan bahwa keterlambatan penyaluran ini tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk tetap memberikan fasilitas tersebut kepada sekolah serta pesantren NU. Ia menegaskan bahwa setiap ruang kelas di sekolah NU bakal mendapatkan fasilitas layar interaktif yang setara dengan sekolah-sekolah negeri.

“Tidak ada masalah walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,” ujar Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo membandingkan pola distribusi perangkat layar interaktif antara institusi pendidikan negeri dan lembaga di bawah NU. 

Menurut keterangannya, pada periode sebelumnya seluruh sekolah negeri telah memperoleh satu unit layar interaktif untuk tiap ruang kelas. Pada tahun ini, sekolah negeri kembali mendapatkan tambahan tiga unit.

Sementara itu, Prabowo menyatakan bahwa lembaga pendidikan NU akan langsung memperoleh empat unit sekaligus.

“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan terima langsung empat,” katanya.

Prabowo menilai kebijakan tersebut sebagai wujud nyata pelunasan janji pemerintah terhadap ormas Nahdlatul Ulama.

“Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” ujar Prabowo.

Menutup arahannya, Prabowo kembali memberikan apresiasi serta penghormatan khusus kepada Nahdlatul Ulama.

“Dirgahayu Nahdlatul Ulama,” ucap Prabowo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index