JAKARTA — Salah satu taipan ternama Indonesia, Anthoni Salim, diproyeksikan bakal turut menikmati guyuran dividen interim tahun buku 2026 yang disebar PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).
Merujuk data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Mei 2026, Anthoni Salim tercatat memegang hingga 1,41 miliar saham BBCA atau presisinya 1.416.306.835 saham, yang mencakup 1,15% porsi kepemilikan.
Dengan patokan jumlah porsi saham tersebut tak bergeser hingga tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas hak dividen, Anthoni Salim ditaksir akan menerima dividen berkisar Rp35,41 miliar dari pembagian dividen interim BCA kali ini.
BCA kembali menyalurkan dividen interim bagi para pemegang sahamnya sebesar Rp3,07 triliun atau setara Rp25 per lembar saham untuk dividen interim triwulan III tahun buku 2026. Penyaluran ini menjadi aksi dividen interim kedua yang dibayarkan perseroan sepanjang 2026. Sebelumnya, perseroan telah mengucurkan dividen interim untuk triwulan II pada 26 Juni 2026.
BCA terdahulu mengungkapkan rencana penyaluran dividen interim hingga tiga kali dalam kurun tahun buku 2026, dengan tetap memperhitungkan kondisi dinamika finansial perusahaan.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan penetapan angka dividen interim triwulan III 2026 telah memperhitungkan sederet pertimbangan, mulai dari kalkulasi posisi modal dan likuiditas, hingga ekspansi lini bisnis perusahaan dan entitas anak serta kualitas aset.
“Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).
Adapun sepanjang semester I/2026, BCA membukukan kenaikan porsi kredit sebesar 8,0% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga menembus Rp1.036 triliun. Pencapaian ini menandai momen perdana penyaluran kredit BCA berhasil melampaui ambang Rp1.000 triliun.
Lonjakan kredit tersebut turut ditopang oleh struktur pendanaan yang kokoh. Dana murah (current account and savings account/CASA) BCA sukses menyentuh Rp1.082 triliun, atau tumbuh 10,2% secara tahunan. Sementara itu, akumulasi laba bersih BCA beserta entitas anak berada di kisaran Rp29,5 triliun pada semester I/2026.
Jadwal Dividen Interim BCA (BBCA) Pihak BCA mengonfirmasi bahwa keseluruhan dividen interim yang disalurkan sepanjang tahun buku 2026 kelak dimasukkan sebagai bagian dari kalkulasi dividen final tahun buku 2026. Dividen final bakal dikucurkan seusai mengantongi restu pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diendapkan pada 2027.
Bagi dividen interim triwulan III/2026, penetapan cum dividen di pasar reguler serta negosiasi dijadwalkan pada 28 Agustus 2026, sedangkan cum dividen di pasar tunai jatuh pada 1 September 2026.
Selanjutnya, batas ex dividen di pasar reguler dan negosiasi bergulir mulai 31 Agustus 2026, sedangkan di pasar tunai pada 2 September 2026.
Adapun penentuan tanggal pendaftaran pemegang saham yang berhak menerima dividen (record date) dipatok pada 1 September 2026. Proses pencairan dividen interim diagendakan cair pada 16 September 2026.
BCA sebelumnya menegaskan bahwa untuk tahun buku 2026, perseroan berpeluang mengucurkan dividen interim hingga tiga kali seandainya kondisi finansial memungkinkan dan mengantongi persetujuan dari jajaran Dewan Komisaris.