Formasi CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Naik 46,45 Persen Jadi 4.770

Formasi CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Naik 46,45 Persen Jadi 4.770
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini. (Foto: NET)

JAKARTA - Kabinet menyiapkan 4.770 formasi pelamar kerja aparatur negara sipil (CPNS) lewat jalur lembaga pendidikan kedinasan pada 2026, naik 1.513 formasi atau sekitar 46,45% jika dibandingkan masa sebelumnya yang sebanyak 3.257 formasi. 

Penyaringan tersebut bakal dibuka lewat sejumlah instansi pendidikan di bawah sembilan kementerian serta lembaga.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengutarakan penyaringan institusi pendidikan bukan sekadar jalan buat meraih status pegawai negeri sipil (ASN), melainkan pula menjadi bagian dari penciptaan calon pegawai yang mempunyai kecakapan serta integritas. 

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Rini dalam keterangan resmi Kementerian PANRB.

Rini meminta calon pelamar instansi pendidikan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti seluruh rangkaian tahapan penyaringan. Penguasa juga mengingatkan peserta buat tidak gampang percaya kepada pihak yang menawarkan jalan pintas atau menjanjikan kelulusan. 

Menurutnya, hasil penghujung penyaringan ditentukan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta. Oleh karena itu, calon pendaftar diminta menempuh proses penyaringan sesuai aturan yang telah ditetapkan penguasa. 

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini.

4.770 Formasi Sekolah Kedinasan Total kebutuhan CPNS lewat lembaga pendidikan kedinasan pada 2026 mencapai 4.770 formasi, melonjak dari 3.257 formasi pada 2025. Dari total tersebut, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di bawah Kementerian Dalam Negeri mendapati alokasi terbesar, yakni 1.410 formasi. 

Lantas, Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di bawah Kementerian Keuangan memperoleh 1.000 formasi, sedangkan 22 instansi pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan mendapatkan 891 formasi. 

Berikutnya, Politeknik Statistika STIS di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) memperoleh 564 formasi, disusul Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebanyak 375 formasi. 

Sementara itu, Politeknik Pengayoman Indonesia di bawah Kementerian Hukum mendapatkan 250 formasi, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) di bawah BMKG sebanyak 130 formasi, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) sebanyak 100 formasi, serta Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebanyak 50 formasi. 

Dengan begitu, sembilan instansi tersebut menyediakan total 4.770 formasi untuk penyaringan lembaga pendidikan kedinasan 2026.

Seleksi Gunakan CAT Dalam proses penyaringan, penguasa memakai sistem Computer Assisted Test (CAT). Mekanisme tersebut digunakan guna memastikan proses penyaringan berjalan secara terbuka dan berbasis kemampuan peserta. 

Rini menegaskan penerapan CAT ditujukan buat mencegah praktik kecurangan dalam penyaringan calon aparatur negara sipil, termasuk praktik percaloan, joki, maupun upaya memakai koneksi orang dalam. 

Sebab itu, calon peserta diminta mengandalkan kemampuan sendiri dan mempersiapkan diri menghadapi setiap tahapan penyaringan. Di samping peserta, Rini juga meminta orang tua memberikan sokongan kepada anak-anaknya yang ingin mengikuti pendidikan kedinasan. 

Sokongan dari keluarga dinilai dapat membantu peserta menghadapi proses penyaringan secara lebih baik dan berkompetisi secara sehat.

SKD Digelar September 2026 Selepas proses pendaftaran serta penyaringan administrasi, tahapan selanjutnya ialah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang ditargetkan berlangsung pada September 2026. 

Layaknya penyaringan CASN lainnya, SKD instansi pendidikan terdiri atas tiga materi utama, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Peserta yang lolos SKD berikutnya bakal mengikuti tahapan penyaringan lanjutan. 

Adapun jadwal dan mekanisme penyaringan lanjutan akan diatur oleh masing-masing institusi pendidikan kedinasan. Pemerintah juga mengimbau calon peserta untuk terus mempersiapkan kecakapan diri, menjaga integritas, dan menempuh seluruh proses sesuai ketentuan yang berlaku. 

Rini berharap penyaringan instansi pendidikan kedinasan 2026 dapat melahirkan calon aparatur yang tidak cuma mempunyai kemampuan akademik, melainkan juga karakter serta komitmen dalam memberikan pelayanan kepada publik. 

“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Rini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index