Diastika Biotekindo Bidik Bisnis Diagnostik dan Prospek Industri Alat Kesehatan

Diastika Biotekindo Bidik Bisnis Diagnostik dan Prospek Industri Alat Kesehatan
PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) memandang sektor teknologi perangkat medis di Nusantara masih menjanjikan, seiring munculnya pergeseran keperluan pemeriksaan di tanah air. 

Direktur Utama Diastika Biotekindo, F.X. Yoshua Raintjung menyatakan, kini kesempatan bagi sektor perangkat medis kian lebar sebab pasaran sekarang tidak sekadar memerlukan pengecekan berkala. 

"Rumah sakit dan dokter semakin membutuhkan pemeriksaan yang dapat memberikan informasi lebih spesifik untuk membantu menentukan diagnosis dan terapi," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Adapun CHEK telah mempunyai keterlibatan pada tiga sektor pemeriksaan, yakni routine diagnostics, molecular diagnostics, serta genomic testing yang menopang implementasi personalized medicine. 

Selain membuka kesempatan pemasukan anyar, Yoshua mengutarakan inovasi tersebut pun berpotensi menjadikan proses peninjauan menjadi lebih efektif. Menurutnya, pengetesan tertentu yang tadinya mesti dikirim ke luar negeri, berpotensi dikerjakan di dalam negeri lewat fasilitas serta teknologi yang tersedia. 

"Dengan begitu turnaround time dapat lebih cepat dan biaya bagi pasien berpotensi lebih efisien," lanjutnya.

Dalam kurun panjang, Yoshua menuturkan, CHEK tidak sekadar mau dikenal sebagai korporasi yang memperdagangkan perangkat laboratorium. 

Akan tetapi, pula sebagai penyedia solusi diagnostik end-to-end serta produk high tech sebagai barrier to entry yang kokoh. 

"Hal ini dapat memperkuat posisi kompetitif dan keunggulan CHEK di industri alat kesehatan," imbuh Yoshua.

Dari ranah performa, berlandaskan laporan keuangannya, pada paruh pertama 2026, CHEK mengantongi pemasukan Rp 82,28 miliar, menanjak 5,1% year on year (yoy) dari rentang waktu yang serupa tahun lalu sebesar Rp 78,31 miliar. 

Sementara itu, keuntungan bersih terbukukan sejumlah Rp 3,5 miliar, menyusut dibanding paruh pertama 2025 yang senilai Rp 5,25 miliar.

Yoshua membeberkan, pemacu kenaikan pemasukan pada separuh awal tahun ini adalah lonjakan penjualan kepada customer existing, serta peralihan pipeline customer anyar menjadi transaksi. 

"Kami juga memperbesar kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue) melalui reagen, consumables, dan instalasi alat baru dengan customer baru," imbuhnya.

Kendati paruh pertama memperlihatkan permintaan bisnis diagnostik CHEK menaik, Yoshua memahami lonjakan belum terpantul pada bottom line. 

Dus, paruh kedua tahun ini dibilang bakal menjadi masa yang krusial bagi CHEK guna memperbesar pemasukan berulang serta memperluas usaha dengan margin yang lebih baik. 

"Kami ingin memastikan, setiap pertumbuhan revenue yang kami hasilkan memberikan kontribusi yang semakin nyata terhadap profitabilitas Diastika Biotekindo," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index