Airlangga Targetkan Pembiayaan UMKM Tembus Hingga Rp 2.000 Triliun

Airlangga Targetkan Pembiayaan UMKM Tembus Hingga Rp 2.000 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berupaya memacu penambahan pendanaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga mencapai nominal Rp 2.000 triliun. 

Sasaran tersebut mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan posisi penyaluran kredit UMKM masa kini yang berada pada kisaran Rp 1.500 triliun. 

Airlangga menuturkan bahwa eskalasi pembiayaan dibutuhkan guna meluaskan jangkauan modal bagi para penggerak UMKM, terkhusus usaha yang mempunyai potensi berkembang namun belum mendapatkan pendanaan dalam jumlah yang mencukupi. 

Menurutnya, penambahan target tersebut krusial untuk menambal celah pembiayaan yang masih dihadapi para pelaku UMKM. Dengan ketersediaan dana yang lebih besar, UMKM diharapkan sanggup mengoptimalkan kapabilitas usaha serta naik kelas.

Data memperlihatkan kredit UMKM pada Juni 2026 telah menyentuh angka Rp 1.519,1 triliun. Angka tersebut tumbuh 1,05% secara tahunan (year on year/yoy), membaik jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,60%.

Airlangga menilai penguatan pembiayaan harus berjalan selaras dengan peningkatan kecakapan serta inklusi keuangan. Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan Indonesia naik dari 92,74% pada 2025 menjadi 93,61% pada 2026. 

Di sisi lain, indeks kecakapan keuangan nasional meningkat menjadi 69,57%. 

"Saya mengapresiasi terkait dengan inklusi, angkanya, literasi sudah naik, inklusi naik, tinggal kesejahteraannya bisa dikejar. Sekarang kan financial welfare yang dikejar," ujar Airlangga dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Ia memaparkan, masyarakat yang sudah memiliki rekening serta akses terhadap layanan perbankan tidak otomatis memiliki taraf kesejahteraan yang lebih baik. 

Oleh sebab itu, kecakapan masyarakat dalam membaca peluang keuangan, menjalankan investasi, serta memanfaatkan layanan finansial secara produktif harus terus ditingkatkan. 

"Jadi mereka sudah literate, sudah inklusif, punya rekening. Tapi kemampuan mereka untuk membaca, melakukan investasi dan lain-lain. Nah itu yang dikejar untuk berikutnya," katanya.

Digitalisasi Menjadi Pendorong Pembiayaan UMKM Di sisi lain, pemerintah pun menggenjot digitalisasi sebagai salah satu penggerak pendanaan UMKM. Airlangga menyebut jumlah pengguna QRIS telah mencapai 66 juta dengan 44 juta gerai merchant. 

Menurutnya, aktivitas transaksi digital dapat membentuk rekam jejak usaha yang kemudian dipakai sebagai dasar credit scoring. Dengan demikian, pengusaha UMKM yang sebelumnya belum memenuhi ketentuan perbankan atau berstatus unbankable berpeluang menjadi bankable

Penggunaan teknologi, mencakup kecerdasan buatan (AI), juga didorong guna membantu UMKM menaikkan produktivitas sekaligus membuka kesempatan peningkatan pendapatan. 

Airlangga menegaskan penambahan pembiayaan tidak cukup apabila tidak disertai dengan penguatan kapasitas produksi serta kemampuan UMKM dalam mempertahankan dan meluaskan pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index