Teuku Riefky Dorong DKV Hasilkan Kekayaan Intelektual Lokal

Teuku Riefky Dorong DKV Hasilkan Kekayaan Intelektual Lokal
Menekraf Dorong Subsektor DKV Lahirkan IP Lokal Kelas Dunia [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan dorongan penuh kepada subsektor Desain Komunikasi Visual (DKV) agar mampu menghasilkan lebih banyak lagi kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal yang berkualitas lewat pelaksanaan ajang pameran desain bertajuk "Re:Rasa International Poster Biennale 2026".

Berdasarkan pandangan Riefky, karya-karya IP lokal yang memiliki daya saing di kancah global dipastikan sanggup mendongkrak nilai tambah bagi pelbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya, yang mencakup bidang fesyen, film, musik, kuliner, kriya, hingga pengembangan aplikasi serta permainan digital.

Ia menyampaikan bahwa sektor DKV beserta bidang desain secara umum senantiasa memberikan sumbangsih nyata terhadap perekonomian nasional. Tercatat, nilai ekspor produk dari subsektor ini berhasil menyentuh angka 4,28 juta dolar AS hingga memasuki pertengahan tahun 2026. 

Di samping itu, talenta-talenta desain asal Indonesia telah membuktikan kapasitasnya dalam menembus rantai industri global, termasuk dipercaya untuk berkarya bagi kepemilikan Intellectual Property (IP) kelas dunia sekelas Disney, Pokémon, dan Marvel.

“Di sinilah peran Re:Rasa menjadi sangat penting sebagai ruang bertemunya mahasiswa, desainer, ilustrator, akademisi, industri, dan komunitas kreatif lintas negara untuk melahirkan kolaborasi, mengembangkan ide, serta menciptakan peluang baru," ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Ia menuturkan bahwa pameran yang dilangsungkan di kampus Universitas Paramadina, Jakarta, ini dinilai sangat relevan di tengah gelombang perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang melaju pesat, di mana karya desain kini dituntut tidak hanya memikat secara visual semata, melainkan pula mampu merangsang daya pikir, ruang dialog, serta membuka cara pandang baru dalam melihat suatu persoalan.

Menteri Ekraf turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran sebanyak 88 karya pilihan dari total 25 negara yang ikut serta, di mana hal tersebut merefleksikan bahwa Indonesia tidak sekadar memiliki sumber daya talenta desain yang andal, melainkan juga kian dipercaya sebagai pusat titik temu bagi komunitas seni desain internasional. Berlandaskan alasan tersebut, sektor desain diyakini bukan sekadar urusan keindahan estetika semata, melainkan instrumen strategis untuk mendulang nilai tambah, memperkokoh identitas bangsa, menelurkan kekayaan intelektual, sekaligus membentangkan peluang ekonomi yang segar.

“Kepada para desainer, khususnya generasi muda, teruslah berkarya dan jangan takut menunjukkan karya kepada dunia karena karya kreatif Indonesia bukan hanya mampu bersaing, tetapi juga memberi perspektif baru dalam percakapan desain global," tambah Teuku Riefky.

Langkah penguatan ekosistem desain yang bertumpu pada pilar Kekayaan Intelektual (KI) ini berjalan selaras dengan visi Kementerian Ekraf sebagai mesin penggerak baru roda perekonomian nasional, serta merujuk pada mandat Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 demi mendongkrak nilai tambah produk kreatif Indonesia di panggung internasional.

Ia menaruh harapan besar agar agenda pameran seperti Re:Rasa ini dapat terus berkembang menjelma menjadi salah satu platform forum desain internasional yang membanggakan nama Indonesia, ditopang oleh jalinan jejaring yang semakin luas serta memberikan dampak masif bagi ekosistem desain di dalam negeri.

Aktivitas ini diinisiasi secara mandiri oleh Program Studi DKV Universitas Paramadina. Kehadiran perdana Re:Rasa International Poster Biennale 2026 diproyeksikan bakal berlanjut secara berkala sebagai pameran forum dua tahunan (biennale) internasional yang mewadahi ruang kolaborasi serta pertukaran gagasan visual bagi para desainer, ilustrator, dan seniman lintas negara.

Lewat penggabungan konsep "Re:" guna menelaah ulang realitas sosial, budaya, serta ekologi, serta elemen "Rasa" untuk menghidupkan dimensi afektif, pameran ini menempatkan ranah desain sebagai titik temu esensial antara ketajaman berpikir kritis dan rasa empati agar masyarakat tidak sekadar memahami dunia secara harfiah, tetapi juga mampu merasakannya secara mendalam.

Rangkaian kegiatan pameran ini diagendakan berlangsung selama tiga hari penuh terhitung sejak tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di lingkungan Universitas Paramadina dengan memamerkan 88 karya poster pilihan. Di samping pameran poster lintas negara, agenda ini turut dimeriahkan oleh beragam program pendukung yang interaktif, seperti Artist Talk, Creative Workshop, hingga Art Market yang menyajikan stan-stan produk kreatif lokal, deretan UMKM pilihan, serta variasi kuliner dan F&B yang beragam.

“Keberanian kami untuk mengambil satu langkah kecil hari ini terbukti mampu membuka perjalanan besar hingga melampaui target dengan hadirnya karya desainer dari 25 negara," ungkap Rektor Universitas Paramadina, Didik Junaidi Rachbini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index