Mandiri Inhealth Kantongi Laba Rp321 Miliar pada 2025

Mandiri Inhealth Kantongi Laba Rp321 Miliar pada 2025
Laba Mandiri Inhealth Melonjak 136,6% Jadi Rp321 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Mandiri Inhealth sukses membukukan laba setelah pajak sebesar Rp321 miliar, yang mencatatkan pertumbuhan tinggi hingga 136,6% (year on year/YoY) sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan resmi yang diterbitkan dalam Harian Bisnis Indonesia pada Jumat, 24 Juli 2026, perolehan hasil jasa asuransi bersih pada tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan sebesar 1062,5% YoY hingga mencapai Rp269,47 miliar.

Jika dirincikan lebih lanjut, besaran pendapatan jasa asuransi tercatat menyentuh angka Rp4,68 triliun, dengan beban jasa asuransi mencapai Rp4,33 triliun, serta beban dari kontrak reasuransi milikan yang tercatat sebesar Rp85,73 miliar.

Sementara itu, akumulasi hasil asuransi dan investasi bersih milik Mandiri Inhealth berada di angka Rp349,19 miliar, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 218,3% YoY dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp109,69 miliar

Secara lebih terperinci, pendapatan investasi (termasuk produk PAYDI) tercatat senilai Rp227,43 miliar, beban investasi (termasuk PAYDI) sebesar Rp5321 juta, beban keuangan dari kontrak asuransi mencapai Rp122,51 miliar, serta pendapatan keuangan dari kontrak reasuransi sebesar Rp19,26 miliar.

Adapun besaran laba sebelum pajak yang berhasil dikantongi oleh Mandiri Inhealth adalah sebesar Rp340,84 miliar dengan tanggungan beban pajak senilai Rp19,84 miliar, sehingga menghasilkan laba setelah pajak sebesar Rp321 miliar. Di samping itu, catatan laba komprehensif perusahaan mencapai angka Rp302,61 miliar.

Beranjak pada laporan posisi keuangan perusahaan, sepanjang tahun 2025 Mandiri Inhealth mencatatkan total jumlah aset sebesar Rp3,61 triliun. Komposisi aset terbesar tertanam pada sektor investasi senilai Rp1,86 triliun, diikuti oleh kas serta setara kas sebesar Rp796,95 miliar, serta aset kontrak reasuransi yang mencapai Rp513,88 miliar.

Pada sisi liabilitas dan ekuitas, porsi terbesar disumbangkan oleh liabilitas kontrak asuransi senilai Rp1,88 triliun, modal disetor sebesar Rp1 triliun, serta akumulasi laba ditahan yang mencapai Rp426,79 miliar. Dengan demikian, total keseluruhan jumlah liabilitas dan ekuitas perusahaan tercatat seimbang pada angka Rp3,61 triliun.

Apabila meninjau indikator tingkat kesehatan keuangan perusahaan, Mandiri Inhealth mencatatkan jumlah solvabilitas sebesar Rp1,25 triliun, yang menunjukkan kenaikan 17,9% YoY. Di sisi lain, besaran Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) tercatat sebesar Rp321,40 miliar. Dengan perolehan tersebut, rasio pencapaian solvabilitas pada tahun 2025 berada pada tingkat 390%.

Sebagai informasi tambahan, struktur kepemilikan Mandiri Inhealth saat ini terdiri atas PT Asuransi Jiwa IFG yang memegang porsi kepemilikan sebesar 80%, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang memiliki sisa saham sebesar 20%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index