Bapanas: 7,7 Juta Ton Beras Pemerintah Disalurkan Sepanjang 2023-2025

Bapanas: 7,7 Juta Ton Beras Pemerintah Disalurkan Sepanjang 2023-2025
Badan Pangan Nasional (Bapanas)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat total 7,75 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) telah disalurkan kepada masyarakat sepanjang periode 2023 hingga 2025 untuk menjaga stabilitas pasokan, harga, dan ketahanan pangan nasional. 

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa stok CBP yang dikelola bersama Perum Bulog dimanfaatkan secara optimal sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat.

Ketut merinci penyaluran CBP mencapai 2,76 juta ton pada 2023, kemudian meningkat menjadi 3,37 juta ton pada 2024, dan telah terealisasi sebanyak 1,62 juta ton sepanjang 2025. 

Penyaluran ini mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat, serta bantuan bagi daerah terdampak bencana. 

Untuk tahun 2026, penyaluran terus berlanjut dengan realisasi mencapai 946,8 ribu ton per 18 Juni.

Saat ini, pemerintah fokus memperkuat stok CBP dengan mengandalkan penyerapan produksi petani dalam negeri sepenuhnya. 

Total stok beras di Bulog per 18 Juni 2026 mencapai 5,2 juta ton, yang terdiri dari stok akhir tahun 2025 dan pengadaan domestik sepanjang 2026. 

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi melimpah dan mencapai rekor tertinggi, sehingga pemerintah tidak melakukan impor beras.

Pencapaian produksi beras Indonesia juga mendapat pengakuan global dalam laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 dari USDA. 

Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan angka produksi beras tertinggi dibandingkan Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam, dengan total produksi tahunan yang konsisten melampaui 30 juta ton.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index