JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat memiliki total 20.163 mesin ATM yang beroperasi per Desember 2025. Jumlah mesin ATM ini diproyeksikan akan terus bertambah sepanjang 2026 seiring ekspansi layanan.
Hera F. Heryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menilai ketersediaan mesin ATM yang memadai menjadi salah satu keunggulan BCA dalam melayani nasabah. Keberadaan ATM memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan dengan cepat dan mudah.
"BCA melihat mesin ATM masih berperan penting dan menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan," kata Hera kepada Kontan, Kamis, 12 Maret 2026. Hera menambahkan bahwa mesin ATM juga menjadi touch point penting bagi lembaga perbankan dengan nasabah.
Per Desember 2025, jumlah mesin ATM BCA yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 20.163 unit. Angka ini meningkat dibandingkan Desember 2024, saat jumlah ATM tercatat 19.543 unit, menunjukkan pertumbuhan hampir 620 mesin dalam setahun.
Jenis Mesin ATM dan Fungsi Layanan Setor-Tarik
Mayoritas mesin tarik tunai yang beroperasi saat ini adalah jenis mesin cash recycling machine (CRM). Mesin CRM tidak hanya melayani transaksi tarik tunai, tetapi juga transaksi setor rekening secara praktis.
Hera memastikan BCA akan terus menambah jumlah mesin tarik tunai seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penambahan ini juga akan diprioritaskan untuk mesin jenis CRM yang multifungsi.
Keberadaan ATM, khususnya mesin setor-tarik, masih dibutuhkan masyarakat dengan mobilitas tinggi. Nasabah dapat melakukan transaksi kapan saja tanpa tergantung jam operasional cabang.
Selain itu, penempatan ATM strategis di berbagai lokasi mempermudah akses layanan perbankan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi BCA dalam memberikan pengalaman nasabah yang optimal.
Hybrid Banking dan Layanan Digital Tanpa Kartu
Selain ekspansi ATM, BCA juga memperkuat konsep hybrid banking. Konsep ini memadukan layanan digital dengan mesin fisik untuk mendukung transaksi tanpa hambatan.
Salah satu layanan hybrid banking adalah transaksi setor dan tarik tunai tanpa menggunakan kartu fisik. Nasabah cukup menggunakan aplikasi BCA, seperti BCA Mobile atau MyBCA, untuk bertransaksi dengan aman.
Fitur ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang ingin bertransaksi cepat tanpa membawa kartu. Transaksi digital ini juga mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan kartu fisik.
Hybrid banking memungkinkan integrasi layanan digital dan mesin ATM. Nasabah dapat mengelola rekening, setor, tarik tunai, dan memantau saldo melalui aplikasi, kemudian menyelesaikan transaksi di mesin ATM yang kompatibel.
Prioritas BCA dalam Penambahan Mesin ATM
BCA menekankan pentingnya menambah mesin ATM di wilayah dengan mobilitas tinggi. Fokus ini memastikan layanan tetap mudah diakses oleh nasabah yang membutuhkan transaksi cepat.
Penambahan mesin ATM juga sejalan dengan strategi BCA memperluas layanan di daerah perkotaan maupun kota-kota penyangga. Ekspansi ini menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
BCA menargetkan mesin ATM tambahan tidak hanya untuk tarik tunai, tetapi juga mendukung transaksi setor. Hal ini mempermudah nasabah individu maupun pelaku usaha yang membutuhkan layanan setor tunai secara reguler.
Mesin ATM baru diharapkan dapat mengurangi antrian dan meningkatkan efisiensi transaksi. Dengan demikian, nasabah memperoleh pengalaman layanan perbankan yang lebih nyaman dan cepat.
Dukungan Layanan Digital dalam Hybrid Banking
Konsep hybrid banking BCA mengintegrasikan aplikasi mobile dengan ATM untuk kenyamanan nasabah. Aplikasi BCA Mobile dan MyBCA menjadi pusat kontrol untuk semua transaksi.
Melalui aplikasi, nasabah dapat melakukan transfer, cek saldo, pembayaran, hingga setor dan tarik tunai tanpa kartu fisik. Layanan ini mempermudah transaksi sehari-hari dan mengurangi ketergantungan pada cabang fisik.
Hybrid banking juga membantu BCA menjangkau nasabah yang lebih luas. Integrasi layanan digital dengan mesin ATM memungkinkan nasabah di lokasi terpencil tetap dapat melakukan transaksi secara cepat dan aman.
Selain efisiensi, layanan digital ini meningkatkan keamanan transaksi. Nasabah dapat menggunakan fitur autentikasi aplikasi untuk memastikan setiap transaksi terlindungi.
BCA menekankan bahwa ekspansi mesin ATM dan layanan hybrid banking merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya adalah memberikan pengalaman nasabah yang optimal dan tetap relevan di era digital.
Dengan konsep ini, BCA memadukan layanan fisik dan digital secara harmonis. Nasabah tetap bisa berinteraksi dengan mesin ATM, tetapi didukung kemudahan transaksi melalui aplikasi.
Hera menegaskan bahwa ATM tetap menjadi touch point penting meski digitalisasi meningkat. Mesin ATM yang memadai memastikan masyarakat dengan mobilitas tinggi tetap memperoleh layanan perbankan cepat dan handal.
Pengembangan hybrid banking di BCA menunjukkan adaptasi bank terhadap tren digital dan kebutuhan nasabah. Inovasi ini menjadi bukti komitmen BCA dalam memberikan layanan yang aman, nyaman, dan efisien.
BCA berencana terus menambah mesin ATM jenis CRM dan memperkuat integrasi dengan aplikasi digital. Langkah ini diharapkan meningkatkan akses layanan perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan strategi hybrid banking, BCA menegaskan posisi sebagai bank yang responsif terhadap kebutuhan nasabah modern. Layanan yang terintegrasi antara digital dan mesin fisik menjadi keunggulan kompetitif di era perbankan digital.