JAKARTA - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyiapkan diri menghadapi lonjakan pemudik dan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Komitmen "Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna" menjadi pedoman utama dalam seluruh pelayanan.
Corporate Secretary SVP InJourney Yudhistira Setiawan menjelaskan, fokus utama perusahaan adalah integrasi layanan di semua titik strategis. Mulai dari pintu masuk bandara hingga destinasi wisata unggulan, seluruh layanan dijaga agar optimal dan nyaman.
InJourney menekankan bahwa perjalanan libur Lebaran bukan sekadar berpindah tempat. Setiap perjalanan diharapkan memberikan pengalaman bermakna bagi semua wisatawan.
"Seluruh tim di lapangan telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan yang tulus," kata Yudhistira. Keberhasilan musim mudik tahun ini diukur dari senyum dan kenyamanan wisatawan di ekosistem pariwisata terintegrasi.
Aktivitas dan Atraksi Bermakna
Selain pelayanan operasional, InJourney merancang berbagai aktivitas dan atraksi yang sarat makna di destinasi wisata. Setiap kegiatan ditujukan untuk memberikan pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung.
"Penguatan kearifan lokal menjadi daya tarik utama yang ditawarkan," ujarnya. Hal ini bertujuan agar wisatawan dapat merasakan pengalaman wisata yang autentik dan mengesankan.
Langkah strategis dimulai dengan memastikan kualitas pelayanan di lapangan. Semua personel diarahkan untuk bekerja sepenuh hati dengan standar keamanan yang ketat.
"Pengelolaan kawasan pariwisata dilakukan dengan pengawasan ekstra," tambahnya. Tujuannya agar setiap pengunjung dapat menikmati liburan tanpa khawatir, melalui ekosistem pariwisata yang terintegrasi secara menyeluruh.
Program Khusus Bersama Ciptakan Lebaran Penuh Makna
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) Gistang Panutur menjelaskan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, IDM mempersembahkan program "Bersama Ciptakan Lebaran Penuh Makna". Program ini diadakan di Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.
"IDM berkomitmen menjadikan destinasi sebagai ruang di mana cerita dan pengalaman dapat mendekatkan kembali ikatan kekerabatan," katanya. Setiap momen kebersamaan diubah menjadi kenangan abadi yang tak terlupakan.
Upaya ini didukung standar pengalaman pelanggan kelas dunia yang dirancang secara terpadu. Hal ini memastikan setiap perjalanan wisatawan berlangsung lancar dan menyenangkan.
"Kami mengundang masyarakat untuk menjadi bagian menghadirkan banyak cerita saat Lebaran di Candi," kata Gistang. Tujuannya adalah menciptakan hari kebersamaan yang mendalam dengan kenyamanan pengunjung sebagai prioritas utama.
Proyeksi Kunjungan Wisatawan
IDM memproyeksikan jumlah kunjungan sebesar 356.300 wisatawan selama periode 20–29 Maret 2026. Destinasi yang menjadi fokus adalah Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Keraton Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah.
Pertumbuhan wisatawan diperkirakan meningkat 3 hingga 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk menikmati destinasi wisata selama Lebaran.
"Kunjungan di Candi Borobudur diperkirakan mencapai 83 ribu wisatawan," ujar Gistang. Sedangkan Candi Prambanan diperkirakan dikunjungi 129 ribu pengunjung, Keraton Ratu Boko 7,3 ribu wisatawan, dan TMII 137 ribu pengunjung.
Fokus pada Kenyamanan dan Keselamatan Wisatawan
Setiap destinasi yang dikelola IDM menekankan pada keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Prosedur operasional dijalankan secara ketat untuk memastikan semua wisatawan dapat menikmati liburannya tanpa hambatan.
InJourney menegaskan bahwa layanan prima dan penguatan kearifan lokal menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermakna bagi setiap individu.
Dengan persiapan matang dan berbagai program menarik, InJourney memastikan Lebaran 2026 menjadi momen liburan yang berkesan. Setiap destinasi diharapkan menjadi ruang di mana kebersamaan, pengalaman, dan cerita dapat terwujud secara maksimal.