Harga Pangan

Bapanas Pastikan Harga Pangan Tak Lampaui HAP-HET Meski IPH Naik, Stabilitas Terjaga

Bapanas Pastikan Harga Pangan Tak Lampaui HAP-HET Meski IPH Naik, Stabilitas Terjaga
Bapanas Pastikan Harga Pangan Tak Lampaui HAP-HET Meski IPH Naik, Stabilitas Terjaga

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan bahwa kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tidak selalu berbanding lurus dengan lonjakan harga pangan yang melampaui harga acuan. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa meski IPH mengalami peningkatan, hal itu tidak secara otomatis menunjukkan bahwa harga pangan telah melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut Sarwo, IPH hanya mencerminkan arah pergerakan harga pangan apakah naik atau turun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan IPH bukan berarti harga komoditas pangan telah melebihi batas yang ditetapkan pemerintah.

Pentingnya Memahami Konteks Kenaikan IPH

Lebih lanjut, Sarwo mengungkapkan bahwa meskipun IPH mengalami kenaikan, harga pangan belum tentu berada di atas HAP atau HET. Sebagai contoh, beberapa komoditas bahkan masih mencatatkan harga yang lebih rendah dari HAP/HET, meskipun IPH menunjukkan kecenderungan naik.

Sarwo juga menambahkan bahwa kenaikan IPH bisa disebabkan oleh penyesuaian harga yang sebelumnya rendah menuju level yang lebih wajar. Hal ini, menurutnya, adalah hal yang normal dalam dinamika pasar.

Statistik IPH pada Maret 2026: Mayoritas Daerah Masih Stabil

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Minggu pertama Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih mencatatkan harga pangan di bawah HAP atau HET. Pada komoditas seperti cabai rawit, misalnya, hanya 31,90% kabupaten/kota yang mencatatkan harga di atas HAP.

Sebaliknya, 68,10% kabupaten/kota masih mencatatkan harga cabai rawit di bawah HAP. Hal yang serupa juga terjadi pada komoditas lainnya seperti cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih, yang sebagian besar masih berada di bawah batas harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

Komoditas Pangan yang Mengalami Kenaikan Harga

Namun, ada beberapa komoditas yang menunjukkan harga sedikit lebih tinggi dari HAP atau HET. Seperti halnya daging ayam ras, yang tercatat lebih tinggi di 15,56% kabupaten/kota. Untuk telur ayam ras, sekitar 9,33% wilayah mencatatkan harga yang lebih tinggi dari acuan.

Meskipun demikian, mayoritas daerah lainnya masih melaporkan harga pangan yang berada di bawah HAP. Kenaikan harga pada beberapa komoditas ini perlu diawasi agar tidak meluas, terutama menjelang Idul Fitri.

Tantangan Stabilisasi Harga Menjelang Lebaran

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Permintaan pangan cenderung meningkat pada masa-masa tersebut, yang dapat mempengaruhi kestabilan harga.

Ketut Astawa menekankan pentingnya keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan dengan memperkuat pemantauan di lapangan. Ia juga mengimbau agar dinas terkait dan Satgas Saber Pelanggaran Pangan memantau pasar rakyat serta jalur distribusi utama.

Mengawasi Pasar dan Distribusi Pangan Menjelang Lebaran

Pada saat menjelang Lebaran, pemeriksaan lapangan menjadi sangat penting untuk mencegah fluktuasi harga pangan yang tidak terkendali. Ketut Astawa mengimbau agar Kepala Dinas terkait turun langsung ke pasar untuk memantau distribusi pangan serta memastikan harga tetap stabil.

Dengan cara ini, diharapkan dapat meminimalkan potensi kenaikan harga pangan yang berlebihan di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri. Pemerintah daerah diharapkan dapat berperan aktif untuk menjaga agar harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pada HBKN, termasuk selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. Dukungan berupa penguatan distribusi serta pengawasan yang lebih ketat sudah dilakukan di berbagai daerah.

Menteri Amran juga menyampaikan bahwa beberapa komoditas pangan mulai menunjukkan tren harga yang lebih stabil dan bahkan cenderung menurun. Hal ini memberikan optimisme bahwa kestabilan harga pangan tetap bisa terjaga meski permintaan meningkat menjelang Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index