Pasar Modal

AUM Tembus Rp1.115 Triliun, Industri Reksa Dana dan Investor Pasar Modal Terus Tumbuh Positif hingga Februari 2026

AUM Tembus Rp1.115 Triliun, Industri Reksa Dana dan Investor Pasar Modal Terus Tumbuh Positif hingga Februari 2026
AUM Tembus Rp1.115 Triliun, Industri Reksa Dana dan Investor Pasar Modal Terus Tumbuh Positif hingga Februari 2026

JAKARTA - Di tengah fluktuasi pasar keuangan global dan domestik, industri pengelolaan investasi di Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Pertumbuhan ini tercermin dari kenaikan dana kelolaan reksa dana serta bertambahnya jumlah investor pasar modal.

Data terbaru memperlihatkan bahwa minat masyarakat terhadap instrumen investasi kolektif masih terjaga. Stabilitas ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap industri pengelolaan investasi tetap solid.

Per 26 Februari 2026, nilai Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.115,71 triliun. Angka tersebut meningkat 1,11 persen secara month to date dan naik 7,0 persen secara year to date.

Kenaikan tersebut mencerminkan arus dana yang masih mengalir ke berbagai produk investasi. Meskipun pasar bergerak dinamis, dana kelolaan industri tetap tumbuh secara konsisten.

Sejalan dengan itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga mencatat pertumbuhan positif. NAB tercatat sebesar Rp726,26 triliun pada periode yang sama.

Angka tersebut tumbuh 3,55 persen secara month to date dan meningkat 7,54 persen secara year to date. Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa produk reksa dana masih diminati investor.

Dorongan Net Subscription Februari 2026

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa tren NAB yang solid ditopang aktivitas investor yang aktif melakukan pembelian. Arus dana masuk yang konsisten menjadi faktor utama penguatan nilai aktiva bersih.

"NAB ini tumbuh sebesar 3,55% month-to-date yang ditopang oleh net subscription selama Februari," ujar Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada Selasa, 2 Maret 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan didorong oleh pembelian bersih investor.

Tercatat net subscription selama Februari mencapai Rp16,09 triliun secara month to date. Sementara itu, secara year to date nilainya telah menyentuh Rp43,12 triliun.

Besarnya angka net subscription tersebut menunjukkan arus dana masuk yang cukup signifikan. Hal ini memperlihatkan optimisme investor terhadap prospek pasar modal ke depan.

Aktivitas pembelian bersih yang konsisten menjadi fondasi penguatan industri. Dengan arus dana yang stabil, pengelola investasi memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan strategi portofolio.

Pertumbuhan Reksa Dana Syariah Menguat

Dari sisi industri keuangan syariah, kinerja reksa dana syariah juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Asset Under Management reksa dana syariah tumbuh 12,69 persen secara year to date.

Hingga 26 Februari 2026, AUM reksa dana syariah mencapai Rp94,03 triliun. Angka ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap produk berbasis prinsip syariah.

Pertumbuhan dua digit tersebut mencerminkan daya tarik yang terus meningkat. Diversifikasi produk syariah memberikan alternatif investasi bagi masyarakat yang mengedepankan prinsip tertentu.

Kinerja positif ini sekaligus memperluas kontribusi sektor syariah dalam industri pasar modal nasional. Dengan basis investor yang terus bertambah, potensi pertumbuhan masih terbuka lebar.

Jumlah Investor Pasar Modal Terus Bertambah

Selain pertumbuhan dana kelolaan, jumlah investor pasar modal domestik juga terus meningkat. Per 25 Februari 2026 secara month to date, terdapat penambahan sekitar 1,8 juta investor baru.

Penambahan tersebut memperlihatkan partisipasi masyarakat yang semakin luas. Tren ini memperkuat struktur investor ritel di pasar modal Indonesia.

Secara year to date, jumlah investor pasar modal meningkat 12,34 persen. Total investor kini mencapai 22,88 juta investor.

Kenaikan jumlah investor menjadi indikator penting kedalaman pasar. Semakin besar basis investor, semakin kuat pula fondasi industri pasar modal.

Pertumbuhan investor yang konsisten juga mencerminkan meningkatnya literasi keuangan masyarakat. Edukasi dan kemudahan akses digital menjadi faktor pendukung peningkatan partisipasi.

Optimisme Industri di Tengah Dinamika Pasar

Secara keseluruhan, industri pengelolaan investasi masih berada dalam jalur pertumbuhan positif. Kenaikan AUM, pertumbuhan NAB, serta bertambahnya investor menjadi bukti konkret ketahanan industri.

Arus dana masuk melalui net subscription menunjukkan bahwa investor masih percaya pada potensi imbal hasil jangka menengah dan panjang. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas industri.

Pertumbuhan reksa dana syariah yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri juga menjadi catatan menarik. Hal ini membuka ruang ekspansi yang lebih luas pada segmen berbasis syariah.

Dengan total AUM industri menembus Rp1.115,71 triliun, skala industri pengelolaan investasi semakin besar. Skala tersebut memperkuat peran industri dalam mendukung pembiayaan ekonomi nasional.

Penambahan 1,8 juta investor baru hanya dalam satu bulan menunjukkan akselerasi partisipasi masyarakat. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa pasar modal semakin inklusif.

Kinerja hingga akhir Februari 2026 ini menggambarkan momentum yang tetap terjaga. Industri pengelolaan investasi mampu bertahan dan tumbuh di tengah dinamika pasar keuangan yang terus berubah.

Dengan kombinasi pertumbuhan dana kelolaan dan ekspansi basis investor, prospek industri tetap menjanjikan. Stabilitas dan pengawasan yang berkelanjutan akan menjadi kunci menjaga tren positif ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index