Kubis Dairi Incar Ekspor 200 Ton per Bulan, Untung Petani Naik 3 Kali Lipat

Minggu, 20 September 2026 | 15:03:00 WIB
Kubis Dairi Incar Ekspor 200 Ton per Bulan, Untung Petani Naik 3 Kali Lipat

DINAMIKAUANG.COM — Kabupaten Dairi menyiapkan alokasi 100–200 ton kubis per bulan untuk pasar ekspor pada tahap awal pengembangan, dengan proyeksi keuntungan bersih petani Rp 3.500–Rp 5.000 per kilogram. Angka itu dua hingga tiga kali lipat dibanding keuntungan jual di pasar domestik yang hanya Rp 1.000–Rp 1.500 per kilogram. Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) bersama Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian menjadi motor penguatan mutu dan rantai pasoknya.

Kabupaten Dairi di Sumatera Utara selama ini dikenal sebagai sentra kubis dataran tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Dairi 2025 mencatat luas panen kubis di wilayah itu lebih dari 549 hektare, dengan produktivitas 6–7,3 ton per hektare. Produksi tahunannya diperkirakan menembus 5.000–6.000 ton, hampir seluruhnya untuk pasar domestik.

Pemerintah daerah bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian lewat program HDDAP mendorong sebagian produksi itu diarahkan ke pasar ekspor. Target awalnya 100–200 ton per bulan, didukung penerapan standar mutu, penguatan kelembagaan petani, dan perbaikan penanganan pascapanen.

Selisih Harga Domestik vs Ekspor

Di pasar domestik, harga kubis bergerak di kisaran Rp 2.500–Rp 4.000 per kilogram. Dari rentang itu, petani mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 1.000–Rp 1.500 per kilogram.

Untuk tujuan ekspor, harga diproyeksikan jauh lebih tinggi, yakni Rp 7.000–Rp 10.000 per kilogram. Setelah dikurangi biaya penyortiran dan pengemasan Rp 2.500–Rp 3.000 per kilogram, keuntungan bersih petani diperkirakan mencapai Rp 3.500–Rp 5.000 per kilogram.

Besaran itu tetap bergantung pada harga aktual, efisiensi biaya produksi, standar mutu yang diminta pembeli, dan kelancaran rantai pasok. Pemerintah daerah menyebut peningkatan keuntungan bisa dua hingga tiga kali lipat bila seluruh asumsi terpenuhi.

Malaysia, Singapura, dan Taiwan Jadi Target

Arah pasar ekspor kubis Dairi menyasar Asia Tenggara dan Asia Timur. Malaysia dan Singapura menjadi target potensial dengan kebutuhan pasokan rutin. Taiwan juga dibidik, meski persyaratan mutu dan kesegarannya lebih ketat.

Untuk memenuhi standar negara tujuan, petani didorong menerapkan Good Agricultural Practices (GAP). Cakupannya meliputi pengelolaan budidaya, penggunaan pestisida secara tepat, dan pengendalian residu sesuai ketentuan negara pembeli.

Sorting and grading menjadi bagian penting menjaga konsistensi mutu. Kubis untuk ekspor ditargetkan berbobot 1,5–2,5 kilogram per knop, sesuai spesifikasi calon pembeli.

Green Nova F1 dan Penguatan Koperasi

Varietas Green Nova F1 menjadi salah satu pilihan petani karena dinilai cocok untuk pasar dataran tinggi. Karakteristiknya mencakup bobot ideal, knop padat, dan daya simpan yang menunjang distribusi jarak jauh.

Di sisi kelembagaan, pemerintah daerah memperkuat kelompok tani dan koperasi. Tujuannya mengonsolidasikan produksi, menjaga kontinuitas pasokan, dan menaikkan posisi tawar petani dalam rantai pemasaran.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menyatakan pengembangan kubis Dairi bagian dari penguatan hilirisasi hortikultura berbasis kawasan.

"Program HDDAP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong penguatan rantai nilai hortikultura dari hulu hingga hilir. Kabupaten Dairi memiliki potensi pengembangan kubis yang perlu dioptimalkan melalui penerapan praktik budidaya yang baik, peningkatan kualitas pascapanen, dan penguatan akses pasar. Kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan petani mampu memenuhi persyaratan mutu dan memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional," ujar Freddy dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).

Freddy menambahkan, orientasi ekspor perlu ditopang perencanaan produksi terukur, kelembagaan petani yang kuat, dan kemitraan berkelanjutan dengan pelaku usaha.

"Akses pasar ekspor harus dibangun melalui kesiapan produksi, konsistensi mutu, dan kepastian pasokan. Karena itu, pendampingan melalui HDDAP diarahkan untuk me...

Kondisi tanah vulkanik Dairi pada ketinggian 700–1.450 meter di atas permukaan laut menjadi modal utama. Kubis dataran tinggi dari wilayah ini punya tekstur renyah dan padat, karakter yang dicari pasar premium.

Bagi petani, peluang ekspor berarti diversifikasi pembeli. Selama ini harga domestik kerap tertekan saat panen raya tiba. Dengan pasar ekspor yang berjalan rutin, fluktuasi harga di dalam negeri diharapkan tidak lagi jadi satu-satunya penentu pendapatan.

Terkini