Manchester United Kalah 5-0 dari Chelsea, Eva Olid Akui Kritik Wajar

Jumat, 18 September 2026 | 17:06:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Manchester United menelan dua kekalahan beruntun di awal Women's Super League musim ini, termasuk dibantai Chelsea 5-0 di kandang sendiri. Manajer Eva Olid menyebut kritik yang datang sebagai hal normal, tapi ia menegaskan timnya butuh waktu untuk beradaptasi dengan gaya main baru.

Manchester United memulai kiprah di Women's Super League (WSL) musim ini dengan catatan buruk. Dua laga pertama berakhir kekalahan, masing-masing 2-1 di markas London City Lionesses dan 5-0 saat menjamu Chelsea di Old Trafford.

Hasil itu menempatkan United di dasar klasemen tanpa poin, dengan baru satu gol tercipta. Tekanan pun langsung mengarah ke manajer anyar Eva Olid, yang baru musim panas ini menggantikan Marc Skinner.

Dua Laga, Dua Tembakan Tepat Sasaran

Statistik awal musim United memang memprihatinkan. Dalam dua pertandingan, tim asuhan Olid hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan mencatat penguasaan bola di bawah 40 persen.

Pelatih asal Spanyol berusia 41 tahun itu datang dari Hearts dengan misi menerapkan gaya main menyerang berbasis penguasaan bola. Proses adaptasi itulah yang menurutnya belum berjalan mulus.

"Kritik Konstruktif Itu Normal"

Ditanya apakah kritik yang beredar membuatnya sulit, Olid menjawab dengan tenang. Ia menilai tekanan adalah bagian dari pekerjaan seorang manajer.

"Ya dan tidak. Itu bagian dari pekerjaan. Saya rasa itu tidak memengaruhi saya," kata Olid.

"Itu kritik konstruktif dan itu normal. Saya paham. Dua penampilan pertama memang tidak bagus. Kami yang pertama mengatakan tidak senang. Bagian lain yang saya tidak paham adalah orang-orang yang ingin menyakiti kami, tapi mereka tidak akan bisa."

Olid juga menegaskan bahwa hasil di awal musim tidak menentukan pencapaian akhir. Menurutnya, arah tim sudah jelas dan akan membuahkan hasil dalam jangka panjang.

Fokus Utama: Kondisi Pemain

Di tengah tekanan eksternal, Olid mengaku lebih mementingkan kondisi mental para pemainnya. Ia ingin skuadnya tetap merasa kuat menghadapi periode sulit.

"Yang terpenting bagi saya adalah para pemain. Saya selalu khawatir mereka harus merasa baik dan kuat, tidak yang lain," ujarnya.

Mantan pelatih Hearts itu juga meminta pemainnya untuk tidak melupakan kekuatan bertahan yang sudah terbangun di era Skinner. Soliditas lini belakang itu dulu mengantar United ke perempat final Liga Champions.

"Mereka tidak boleh melupakan apa yang sebelumnya membuat mereka bagus. Pada saat yang sama, sedikit demi sedikit kami perlu menerapkan gaya baru," tambahnya.

Tantangan Berat Menanti di Emirates

Jadwal berat sudah menanti United akhir pekan nanti. Mereka akan bertandang ke Emirates Stadium menghadapi Arsenal, tim yang belum terkalahkan dalam 19 laga WSL terakhir.

United juga belum pernah menang di markas Arsenal sejak November 2022. Catatan itu membuat misi bangkit Olid semakin menantang.

Manajer Arsenal, Renee Slegers, memahami situasi yang dihadapi Olid. Menurutnya, waktu yang dimiliki pelatih anyar untuk mengubah gaya main memang sangat terbatas.

"Sebagai pelatih, itu keputusan yang harus diambil — apakah Anda langsung mengubah banyak hal atau memilih pendekatan bertahap?" kata Slegers.

"Saya paham kekecewaan dari sudut pandang penggemar, tapi waktu yang tersedia sangat sedikit."

Terkini