114 dari 243 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 129 Masih Dicari

Rabu, 16 September 2026 | 05:18:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Tim SAR gabungan mencatat 114 dari 243 penumpang KMP Virgo Transport 8 telah ditemukan hingga Selasa (15/9/2026), dengan rincian 108 selamat dan 6 meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian di perairan Laut Jawa, sementara 22 korban selamat tambahan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin Putu Sudayana menyatakan evakuasi 22 korban selamat ke Pelabuhan Trisakti sempat tertunda dari jadwal semula akibat faktor cuaca. Sebagian besar korban berada dalam kondisi baik, meski beberapa harus ditandu karena lemas.

"Kita mengutamakan keselamatan. Karena itu, evakuasi baru bisa pagi ini," kata Putu.

Setibanya di Banjarmasin, tim medis langsung melakukan perawatan dan pengecekan terhadap seluruh korban selamat. Para korban berasal dari berbagai daerah, mulai dari Pamekasan, Madura, Garut, Sidoarjo, Semarang, hingga Nusa Tenggara Timur.

Dua Jenazah Teridentifikasi, Empat Masih dalam Proses

Direktur Operasi Basarnas Budi Prabowo menyampaikan dua dari enam korban meninggal dunia telah teridentifikasi secara fisik. Keduanya merupakan warga asal Jawa Timur, yakni Reyner Fausta Yuslianto (22) warga Ngantang, Kabupaten Malang, dan Nurul Rian Hidayat (33) warga Kabupaten Pamekasan.

"Sejauh ini baru enam korban meninggal ya, dua sudah diidentifikasi secara fisik, yang empat itu belum teridentifikasi karena baru sampai ke pelabuhan di Banjarmasin. Baru dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara sana. Sedang dilakukan tindakan untuk proses identifikasinya," ujar Budi.

Seluruh korban selamat maupun meninggal dunia saat ini telah dibawa ke Banjarmasin. Proses identifikasi jenazah masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara, melibatkan tim Disaster Victim Identification Polda Kalimantan Selatan.

Raihan Bertahan 10 Jam Berpegangan Tabung Gas

Kisah bertahan hidup datang dari Raihan (19), anak buah kapal yang bertugas sebagai cleaning service. Ia terombang-ambing di laut lepas selama sekitar 10 jam sebelum akhirnya diselamatkan kapal MV Haida bersama lima rekannya.

"Selama di laut saya berpegangan dengan tabung gas sambil menunggu adanya kapal yang menyelamatkan saya," ujar Raihan.

Sebelum kapal terbalik, Raihan dan rekan-rekannya sempat membagikan life jacket kepada para penumpang. Ia mengaku sempat pasrah saat berada di tengah laut.

"Pasrah dan berdoa, walaupun ini akhir hidup saya, saya ikhlas. Dan ternyata saya masih diberi keselamatan oleh Tuhan," ucapnya.

Dari total 45 rekan kerja Raihan di kapal, baru 12 orang yang ditemukan hingga Selasa.

Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Korban Meninggal

PT Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban meninggal dunia. Santunan diserahkan langsung kepada ahli waris korban.

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono menyatakan santunan tersebut merupakan bentuk perlindungan dasar negara. Pihaknya memastikan proses penyaluran dilakukan cepat dan tepat kepada keluarga yang ditinggalkan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyiapkan bantuan uang tunai masing-masing Rp 7 juta bagi korban selamat asal Jawa Barat. Bantuan itu ditujukan untuk membantu biaya pemulihan dan kepulangan mereka.

Basarnas dan tim gabungan masih mengupayakan pencarian terhadap 129 penumpang yang belum ditemukan di area perairan Laut Jawa.

Terkini