DINAMIKAUANG.COM — Kementerian Pariwisata mencatat perputaran uang Rp1,09 triliun dari 105 acara yang didukung sepanjang Januari hingga Juli 2026. Program Event by Indonesia menargetkan konser musisi internasional sebagai penggerak kunjungan wisatawan, dengan YE Live in Jakarta 2026 pada 24 Oktober mendatang.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap penyelenggaraan konser musisi internasional di Indonesia melalui program Event by Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dari 105 acara yang mendapat dukungan pada Januari hingga Juli 2026, sebanyak 10 di antaranya berskala internasional. Sisanya terdiri dari 18 acara nasional, 61 acara Karisma Event Nusantara, 14 acara Meetings, Incentives, Conferences & Exhibitions (MICE), dan dua acara daerah.
11 Ribu UMKM hingga 184 Ribu Pekerja Seni Terlibat
Rangkaian acara tersebut melibatkan 11 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Lebih dari 184 ribu pekerja seni dan anggota komunitas turut berpartisipasi di dalamnya.
Secara keseluruhan, acara-acara itu menarik lebih dari 6,47 juta pengunjung. Kemenpar memperkirakan perputaran uang dari seluruh kegiatan mencapai Rp1,09 triliun.
"Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat," kata Widiyanti.
Ia menambahkan, setiap event diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan acara semata. Ajang tersebut harus mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
YE Live in Jakarta 2026 Digelar 24 Oktober
Salah satu agenda yang masuk radar Kemenpar adalah konser artis internasional "YE Live in Jakarta 2026" yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Konser ini disebut sebagai contoh nyata bagaimana pertunjukan musik berskala global bisa menggerakkan sektor pariwisata.
"Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata," ujar Widiyanti.
Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas. Dampaknya terasa mulai dari penjualan tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.
Dorong Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan
Widiyanti menilai Indonesia memiliki potensi besar menghadirkan pengalaman kelas dunia. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara penyelenggara acara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas," katanya.
Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar wisata global. Penyelenggaraan konser dan acara internasional disebut dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan beragam pengalaman wisata.
Kemenpar belum merinci target kunjungan wisatawan dari rangkaian acara hingga akhir 2026. Namun, capaian perputaran uang Rp1,09 triliun dalam tujuh bulan pertama menjadi indikator awal besarnya potensi sektor ini.