Kontrak Baru ADHI Melonjak 101,7% Menjadi Rp8,9 Triliun

Selasa, 15 September 2026 | 05:04:31 WIB
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) merekam dinamika positif dalam pencapaian nilai kontrak baru selama delapan bulan pertama 2026. Hingga Agustus 2026, nilai nilai kontrak baru yang sukses diraih perseroan menyentuh Rp 8,9 triliun.

Corporate Secretary ADHI, Siswanto menyampaikan, capaian kontrak baru per Agustus 2026 tersebut melonjak 101,7% secara year-on-year (YoY) dibandingkan kurun waktu setara di tahun lalu yang sebesar Rp4,4 triliun.

Dilihat dari lini usaha, raihan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini Engineering & Construction dengan porsi kontribusi menyentuh 92%. Selanjutnya, sektor Property & Hospitality menyumbang 3%, bidang Manufacture sebesar 3%, serta Investment berkontribusi 2%.

Jika dikelompokkan berdasarkan tipe pekerjaan, proyek infrastruktur masih tampil sebagai penopang utama terhadap nilai kontrak baru ADHI. Peranannya menembus 73%, disusul oleh pengerjaan proyek gedung sebesar 21% dan jenis pekerjaan lainnya sebesar 6%.

“Dari sisi pemilik pekerjaan, proyek pemerintah memberikan kontribusi terbesar sebesar 65%, diikuti BUMN/BUMD sebesar 26%, serta swasta sebesar 9%,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (15/8/2026).

Di tengah tren lonjakan kontrak baru tersebut, ADHI juga tetap menuntaskan agenda restrukturisasi bersama jajaran pihak perbankan. Agenda ini ditargetkan sanggup rampung pada paruh kedua semester II tahun 2026.

Mengenai besaran nilai dan formulasi skema restrukturisasi saat ini telah menyentuh fase akhir pembahasan bersama para kreditur. Keterangan lanjutan terkait proses restrukturisasi ini bakal dirilis seusai tercapai kesepakatan utuh dari seluruh pihak terkait.

“Terkait dengan surat utang, ADHI secara aktif berkoordinasi dengan Wali Amanat dan Para Pemegang Obligasi untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO),” paparnya.

Selain agenda restrukturisasi, ADHI turut menggodok sejumlah skenario divestasi aset. Siswanto menguraikan, sedikitnya terdapat tiga entitas maupun aset yang dibidik untuk didivestasi oleh ADHI, yaitu unit Hotel Grandhika, pengalihan kepemilikan saham pada portofolio jalan tol, serta lini pengolahan air.

Saat ini, tahapan divestasi tersebut masih berada dalam fase uji tuntas (due diligence) bersama calon mitra investor.

“Adapun skema dan nilai transaksi akan disampaikan melalui keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku,” ungkapnya.

Terkini