Rasio NPF Multifinance Naik, CNAF Makin Selektif Salurkan Kredit

Selasa, 15 September 2026 | 04:56:32 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance [FOTO: NET].

JAKARTA - Industri multifinance kian selektif dalam mengucurkan pembiayaan di tengah kenaikan rasio kredit macet atau Non Performing Financing (NPF). Per Juli 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPF Gross perusahaan pembiayaan berada di posisi 3,03%. Angka ini menanjak tipis dari posisinya pada bulan Juni 2026 yang sebesar 3,01%.

Di tengah dinamika ini, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyebutkan tingkat persetujuan pembiayaan (approval rate) perusahaan bertengger di angka 50% per Agustus 2026. Menurut Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman, angka tersebut menandakan approval rate masih selaras dengan risk appetite perusahaan yang memprioritaskan kualitas aplikasi serta profil risiko calon debitur.

"Pancapaian tersebut sebagai bagian dari upaya kami dalam menjaga kualiltas portofolio pembiayaan di tengah dinamika kondisi ekonomi dan industri saat ini," ujarnya, Selasa (15/9/26).

Di sisi lain, biarpun kenaikan NPF tetap menjadi salah satu indikator perusahaan dalam proses penyaluran pembiayaan, kebijakan seleksi kredit perusahaan tetap bertumpu pada prinsip kehati-hatian serta konsisten mengelola risiko agar kualitas aset senantiasa terjaga sehat. Lantaran hal itu, proses akuisisi nasabah juga terus dijalankan secara selektif dan terukur lewat pertimbangan profil serta kapasitas pembayaran nasabah.

Selain itu, seleksi kredit yang prudent mampu membantu memelihara kualitas pembiayaan dengan menekan risiko sejak awal. Namun, menurutnya kualitas pembiayaan tak hanya bertumpu pada tingkat approval rate semata, melainkan juga tata kelola portofolio secara menyeluruh.

Oleh karena itu, perusahaan turut mengimbangi langkah selektivitas pembiayaan dengan menguatkan pengawasan portofolio secara konsisten, efektivitas proses collection, serta deteksi dini atas potensi pembiayaan bermasalah. Langkah tersebut juga dieksekusi guna mengantisipasi pergeseran kondisi ekonomi dan karakteristik nasabah.

Kendati begitu, perusahaan mengamini penyaluran pembiayaan yang kian selektif sanggup memengaruhi volume pembiayaan dalam jangka pendek.

"Namun, dampaknya terhadap kualitas pembiayaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat approval rate," katanya.

CNAF menegaskan bahwasanya pertumbuhan yang sehat serta berkualitas tetap bertindak sebagai prioritas utama mereka.

Sementara itu, di tengah iklim ekonomi yang masih dinamis, ia tetap menangkap adanya peluang pertumbuhan pada segmen maupun konsumen yang mengantongi profil sesuai risk appetite perusahaan.

Pada semester II-2026, CNAF bakal terus memperkokoh kualitas portofolio via pemantauan pembiayaan secara berkala, peningkatan efektivitas proses collection, sampai deteksi dini terhadap potensi pembiayaan bermasalah. Di samping itu, mereka juga bakal terus menyesuaikan strategi bisnis sembari mencermati pergerakan kondisi pasar agar kualitas aset dan pertumbuhan pembiayaan sanggup berjalan secara sehat serta berkelanjutan.

Terkini