Suahasil Nazara Jabat Menkeu, Kebijakan Fiskal Dinilai Terjaga

Selasa, 15 September 2026 | 22:16:32 WIB
Suahasil Nazara [FOTO: NET].

JAKARTA - BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyampaikan penilaian bahwa penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru akan mampu menjaga kesinambungan arah kebijakan fiskal, utamanya dalam rangka mempertahankan tingkat kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kedisiplinan fiskal.

Berdasarkan pantauan pasar pada sesi perdagangan Selasa (15/9/2026) pukul 10.52 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi sebesar 0,87% atau terpangkas 57,10 poin ke level 6.477,59. Tercatat sebanyak 317 saham bergerak menguat, 286 saham mengalami pelemahan, dan 180 saham berada dalam posisi stagnan.

Pada jajaran daftar saham terlaris di sesi pagi ini, saham emiten BUMI terpantau menguat 0,96% ke posisi Rp210. Kendati demikian, sejumlah saham teraktif lainnya cenderung berada di bawah tekanan jual, seperti saham BBRI yang turun 2,06% ke level Rp3.330, saham BMRI terkoreksi 2,03% ke angka Rp4.350, saham BBCA melemah 1,54% ke posisi Rp6.400, serta saham AMMN turun 0,98% ke level Rp5.050.

Chief Economist, Macro Strategist & Debt Research Division Head BRIDS Helmy Kristanto mengemukakan bahwa latar belakang pengalaman luas yang dimiliki oleh Suahasil dalam merumuskan kebijakan fiskal, pengelolaan anggaran negara, hingga pembiayaan pemerintah mencerminkan adanya kesinambungan arah kebijakan serta komitmen yang kuat terhadap prinsip keberlanjutan fiskal.

“Suahasil Nazara dikenal sebagai salah satu pembuat kebijakan fiskal utama Indonesia,” kata Helmy dalam laporan risetnya, Selasa (15/9/2026).

Di dalam lembaran pernyataan resmi perdananya semenjak dilantik sebagai Menteri Keuangan, Suahasil secara khusus menyoroti tiga agenda prioritas utamanya, yang meliputi upaya mempertahankan kredibilitas APBN, memperkuat jalur komunikasi publik yang transparan dan terpercaya, serta memastikan agar alokasi anggaran belanja negara tetap konsisten dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintahan.

Pihak BRIDS menilai bahwa prinsip kedisiplinan fiskal akan senantiasa dipertahankan sebagai salah satu fokus kebijakan sentral di bawah kepemimpinan Suahasil. Menteri Keuangan yang baru tersebut juga menegaskan kembali komitmennya terhadap batasan ambang defisit fiskal yang dipatok di level maksimal 3%.

Di samping menjaga kepatuhan terhadap batas defisit anggaran, Suahasil diprediksikan bakal mendorong peningkatan efisiensi pos pengeluaran serta ketepatan alokasi belanja negara, yang ditempuh bukan semata-mata melalui langkah pemangkasan anggaran belanja secara membabi buta.

Di sisi lain, para pelaku pasar keuangan masih terus menantikan bagaimana bentuk pendekatan konkret yang akan diterapkan oleh Menteri Keuangan baru ini terhadap tata kelola likuiditas kas pemerintah. Pada rentang periode sebelumnya, sebagian dari instrumen Saldo Anggaran Lebih (SAL) diketahui sempat ditempatkan ke dalam sistem perbankan nasional guna membantu menopang likuiditas serta kelancaran transmisi kredit.

Menurut analisis Helmy, salah satu pokok persoalan penting yang patut dicermati adalah bagaimana pola perkembangan kebijakan tersebut di bawah kendali kepemimpinan Suahasil, serta bagaimana strategi penyelarasan penempatan likuiditas pemerintah dengan kerangka kebijakan makrofiskal secara lebih luas ke depannya.

Menatap periode ke depan, pihak BRIDS memperkirakan bahwa faktor kredibilitas fiskal akan tetap diposisikan sebagai inti utama dalam seluruh perumusan kerangka kebijakan pemerintah. Aspek stabilitas fiskal, manajemen pengelolaan anggaran yang disiplin, serta efektivitas tinggi dalam pengalokasian belanja negara diyakini bakal menjadi pilar prinsip utama yang menentukan arah kebijakan fiskal nasional.

Terkini