Gibran & Poulev Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-Bulgaria

Selasa, 15 September 2026 | 18:40:32 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyambut kedatangan Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria, Alexander Poulev, di Jakarta pada Senin (14/9). Pertemuan ini difokuskan pada upaya memperkokoh kerja sama bilateral kedua belah pihak.

“Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” sebut Gibran dalam rilis resmi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Gibran turut menitipkan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk Alexander Poulev. Di samping itu, Gibran menekankan betapa krusialnya mempererat tali persahabatan kedua negara yang telah terjalin selama tujuh dekade tersebut.

Lewat pertemuan ini, Gibran berharap akan muncul berbagai peluang kolaborasi baru yang sanggup memberikan dampak positif bagi Indonesia maupun Bulgaria.

“Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” tuturnya.

Di sisi lain, Alexander Poulev mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah Indonesia. 

Alexander juga menegaskan bahwa negaranya siap untuk ambil bagian dalam memajukan perekonomian Indonesia. Menurut Alexander, jalinan diplomatik yang kokoh merupakan pilar utama dalam menciptakan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.

“Kami memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemitraan ekonomi. Bulgaria ingin berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ungkap Alexander.

Tidak hanya itu, Alexander menyampaikan bahwa merujuk pada analisis ekonomi yang dilakukan Bulgaria, Indonesia diproyeksikan masuk dalam daftar empat kekuatan ekonomi terbesar secara global pada sepuluh tahun ke depan. 

Di luar agenda ekonomi, Alexander turut mengutarakan empatinya terkait bencana alam yang sempat terjadi di Indonesia, sekaligus menawarkan kesediaan Bulgaria untuk menyalurkan bantuan.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menjelaskan, salah satu potensi yang didiskusikan secara mendalam dalam perjumpaan tersebut adalah optimalisasi sektor perdagangan dan investasi. 

Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan posisi strategis Bulgaria sebagai gerbang utama bagi produk-produk asal Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa.

Anis memaparkan bahwa sektor agroindustri dan logistik menjadi topik utama pembicaraan. Ini termasuk peluang menjadikan Bulgaria sebagai akses bagi komoditas Indonesia untuk menjangkau sekitar 450 juta penduduk di Eropa.

“Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik, dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau pasar di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta,” paparnya.

Terkait ranah perdagangan, Gibran ikut mendorong agar kerangka kerja sama perniagaan antara Indonesia dan Uni Eropa bisa semakin diperkuat. 

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebutkan, Indonesia menantikan sokongan Bulgaria dalam merampungkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pertemuan ini juga diharapkan mampu membuka jalan kolaborasi di bidang ketahanan pangan maupun alih teknologi.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai peluang sinergi juga bisa diperluas lewat ajang pertemuan dan pertukaran ide antar pelaku industri kreatif dari kedua negara. 

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengirimkan undangan kepada delegasi Bulgaria agar berpartisipasi dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE).

Seluruh rangkaian dialog ini merupakan wujud nyata dalam memperkokoh kemitraan Indonesia-Bulgaria menyambut peringatan 70 tahun relasi diplomatik pada 20 September 2026 mendatang. Upaya ini mencakup sinergi di lini perdagangan, investasi, agroindustri, logistik, teknologi, pangan, hingga ekonomi kreatif.

Terkini