Pemerintah Perpanjang Penyaluran Bansos Beras hingga Desember 2026

Selasa, 08 September 2026 | 19:56:31 WIB
Warga membawa karung bantuan pangan beras atau bansos beras [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah secara resmi memperpanjang pelaksanaan program bantuan pangan atau bansos beras untuk alokasi Oktober—Desember 2026 sebagai bagian dari langkah menjaga ketahanan pangan keluarga, melindungi daya beli, serta memastikan ketersediaan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Kebijakan ini menjadi salah satu topik pembahasan dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai arahan Kepala Negara RI kembali membuktikan tingginya perhatian pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan masyarakat tetap aman. Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo mencerminkan keberpihakan dan kepedulian yang sangat besar kepada warga yang membutuhkan.

Mengenai kesiapan stok, ia menegaskan Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Oktober—Desember 2026.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Penerima Bantuan Pangan, sekaligus memberikan rasa aman bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga,” kata Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Selanjutnya, Rizal menegaskan Bulog bakal mengoptimalkan seluruh sumber daya serta jaringan operasional yang ada demi mendukung kelancaran proses distribusi.

“Kesiapan stok beras pemerintah, jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta pengalaman Bulog dalam menjalankan berbagai penugasan pangan nasional menjadi kekuatan untuk memastikan beras dapat dipersiapkan dengan kualitas yang terjaga dan disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.

Ia berpandangan berlanjutnya bantuan pangan beras sampai Desember 2026 kian memperkokoh sinergi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan yang nyata bagi masyarakat.

Rizal turut menyampaikan Bulog berkomitmen mengemban setiap tugas pemerintah secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga ketersediaan stok pangan milik negara dapat menghadirkan manfaat secara langsung kepada warga.

“Bulog akan terus hadir di garda terdepan mendukung kebijakan pangan pemerintah dan memastikan pangan tersedia serta menjangkau masyarakat di seluruh penjuru Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutarakan bahwa pembahasan dalam Ratas turut mencakup kesiapan pemerintah merespons potensi fenomena El Nino serta program bantuan yang disiapkan untuk masyarakat.

"Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras. Arahan Bapak Presiden itu [bantuan beras] dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.

Sebagai informasi, bantuan beras sebelumnya dialokasikan bagi sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat kategori desil 1—desil 4 dengan besaran 10 kilogram beras per keluarga tiap bulannya. Sementara itu, untuk alokasi periode sebelumnya hingga September 2026, penyaluran dilakukan secara sekaligus (rapel) sehingga tiap penerima mengantongi total 30 kilogram beras.

Terkini

Kemdiktisaintek Dorong Kampus Berbasis Kontribusi Lewat AKPT

Selasa, 08 September 2026 | 21:51:33 WIB

Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria

Selasa, 08 September 2026 | 21:50:02 WIB

Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras Hingga Desember 2026

Selasa, 08 September 2026 | 21:38:32 WIB

Perkuat Literasi Zakat, Baznas Sasaran Generasi Muda Indonesia

Selasa, 08 September 2026 | 21:34:02 WIB