Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung untuk Peternak Mikro

Selasa, 08 September 2026 | 19:35:02 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan penambahan alokasi 150 ribu ton program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bertujuan untuk memperkuat pasokan serta membantu peternak unggas skala mikro.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengutarakan keberpihakan pemerintah atas ekosistem peternak unggas nasional direalisasikan lewat penambahan alokasi program SPHP jagung pakan.

"Sebanyak 150 ribu ton resmi diproses pemerintah yang nantinya akan menambah alokasi penugasan kepada Perum Bulog untuk peternak skala mikro," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Adapun eksekusi program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama sudah digulirkan sejak awal Mei lalu. Jumlah kuota salur ditetapkan sejumlah 213,2 ribu ton yang mencakup kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

Perinciannya meliputi kuota sebesar 138,65 ribu ton dengan kalkulasi kebutuhan tiga bulan untuk kelompok peternak mikro. Lantas 50,37 ribu ton dengan kalkulasi kebutuhan dua bulan bagi kelompok peternak kecil, serta 24,17 ribu ton dengan kalkulasi kebutuhan satu bulan untuk peternak menengah.

"Sekarang ada tambahan lagi. SPHP jagung 150 ribu ton," ujar Amran.

Bapanas mencatat realisasi penyaluran SPHP jagung pakan sampai 7 September telah menyentuh 59,5 persen dari total target tahap pertama dan kedua sebesar 241,2 ribu ton. Secara kuantitas, sejumlah 143,5 ribu ton telah diakses oleh para peternak yang tersebar di 33 provinsi.

Wilayah dengan populasi peternak penerima tertinggi ditempati Jawa Timur sebanyak 3.690 peternak dan Jawa Tengah sebanyak 2.017 peternak.

“Selama peternak butuh, kasih, titik. Jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kami lanjutkan sampai akhir tahun," kata Amran menegaskan.

Bermodalkan komitmen ini, pihak pemerintah menjamin bakal terus mengawal ketersediaan pasokan jagung bagi peternak unggas.

Amran telah memberikan instruksi kepada Bulog agar senantiasa melayani para peternak unggas yang membutuhkan pasokan jagung pakan dengan harga yang lebih terjangkau.

Patokan harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas yakni Rp5.000 per kilogram (kg) untuk pengambilan di gudang Bulog, serta batas harga maksimal Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Proses penyaluran SPHP jagung pakan direalisasikan lewat koperasi atau asosiasi kepada para anggota yang sudah terdaftar pada Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian.

Penyerahan ke area sentra produksi jagung wajib memperhitungkan siklus panen raya, dinamika harga jagung di tingkat petani, serta di tingkat peternak. Hal ini krusial agar tidak memberikan dampak negatif terhadap kejatuhan harga jagung yang terlalu dalam di tingkat petani lokal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan bahwasanya alokasi tambahan SPHP jagung pakan dikhususkan bagi peternak unggas non-korporasi. Peternak kelas mikro mesti merasakan langsung kehadiran pemerintah.

"Bulog punya jagung. Kami minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk menyuplai itu peternak-peternak yang UMKM. Bukan yang pabrik besar," kata Zulhas.

"Agar harga (jagung) ini (selama) musim paceklik (terjaga). Nah karena itu jagung ini, Bulog punya stok, itu kami kasih SPHP. Untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah. Bukan yang pabrik-pabrik yang besar," ujar Zulhas lagi.

Sementara itu pada pemantauan harga Bapanas, rata-rata harga jagung pipilan kering di tingkat peternak secara nasional hingga 7 September berada di angka Rp5.922 per kg atau 7,67 persen di atas harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kg.

Provinsi dengan rata-rata harga tertinggi tercatat di Lampung yakni Rp6.600 per kg. Sedangkan Sumatra Utara mencatatkan rata-rata harga jagung terendah pada angka Rp5.437 per kg.

Terkini

Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras Hingga Desember 2026

Selasa, 08 September 2026 | 21:38:32 WIB

Perkuat Literasi Zakat, Baznas Sasaran Generasi Muda Indonesia

Selasa, 08 September 2026 | 21:34:02 WIB

Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras Hingga Desember 2026

Selasa, 08 September 2026 | 21:30:32 WIB

Literasi 3S Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 08 September 2026 | 21:27:32 WIB

Cek NIK Desil Berapa dan Penerima BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

Selasa, 08 September 2026 | 21:22:32 WIB