Strategi Kimia Farma (KAEF) Jaga Tren Kinerja Positif hingga Akhir 2026

Minggu, 06 September 2026 | 00:26:01 WIB
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) terus mengintensifkan strategi bisnis demi mempertahankan tren pemulihan performa keuangan sampai penghujung tahun 2026. 

Perusahaan memfokuskan langkah pada optimalisasi jaringan, efisiensi operasional, penguatan jalur digital, serta pergeseran portofolio ke lini produk beruntung margin lebih tinggi.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga momentum kebangkitan finansial. Sebagai catatan, KAEF sukses menekan kerugian bersih dari Rp842 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp334,9 miliar sepanjang 2025. 

Tren positif itu berlanjut pada semester I-2026, di mana perseroan sukses membukukan laba bersih senilai Rp54,07 miliar, berbalik dari rapor merah periode sebelumnya.

Capaian tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan neto sebesar 7,6% menjadi Rp4,70 triliun pada semester pertama 2026, naik dari Rp4,36 triliun dibandingkan semester I-2025. Sementara itu, laba usaha tercatat melesat signifikan sebesar 111,3% menjadi Rp152,21 miliar dari sebelumnya di angka Rp72,01 miliar.

Corporate Secretary Kimia Farma, Ida Rasita menuturkan bahwa perseroan berkomitmen mendorong ekspansi berkualitas melalui peningkatan produktivitas bisnis yang sudah berjalan.

Fokus utama diarahkan pada sektor ritel lewat PT Kimia Farma Apotek (KFA). Mengelola lebih dari 1.000 unit apotek, manajemen tidak sekadar memburu penambahan jumlah gerai baru, melainkan memprioritaskan efisiensi serta profitabilitas outlet yang sudah ada.

"Sepanjang 2026, bisnis ritel Apotek Kimia Farma yang dijalankan oleh anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk, yaitu PT Kimia Farma Apotek, berfokus pada peningkatan produktivitas dan profitabilitas jaringan, bukan sekadar menambah jumlah gerai," ujar Ida, Minggu (6/9).

Upaya optimalisasi ditempuh melalui dongkrakan sales per outlet, penguatan jenis barang dagangan, serta peningkatan standar layanan. Perusahaan juga menggalakkan efisiensi inventaris serta biaya, di samping mengoptimalkan digitalisasi guna mendongkrak produktivitas operasional harian.

Untuk ekspansi fisik, KAEF tetap membuka peluang selektif dengan menimbang potensi pasar, kebutuhan fasilitas medis, posisi geografis, hingga kelayakan ekonomi.

Di samping jaringan luring, perseroan memperkuat strategi omnichannel guna merespons pergeseran perilaku belanja konsumen. 

Melalui KFA, manajemen mengembangkan aplikasi Kimia Farma Mobile serta memperluas jangkauan lewat platform marketplace maupun quick commerce seperti Tokopedia, TikTok Shop, GrabMart, serta Good Doctor.

Ida menegaskan bahwa kanal digital diposisikan sebagai sarana pelengkap penjualan, bukan pengganti gerai konvensional. Jaringan apotek yang masif turut difungsikan sebagai titik pemenuhan dan layanan transaksi daring.

"Perseroan melihat kanal digital dan gerai fisik bukan sebagai dua kanal yang saling menggantikan, melainkan sebagai kanal yang saling melengkapi dan memperkuat," jelasnya.

Dari sisi penawaran, KAEF konsisten menjalankan strategi peralihan ke produk ber-margin lebih tinggi guna memperbaiki komposisi penjualan sekaligus mendongkrak profitabilitas lini ritel.

KFA memperluas diversifikasi dari obat-obatan menuju sektor kesehatan konsumen dan produk marjin tinggi. Fokus komoditas meliputi vitamin, suplemen, dermokosmetik, perawatan personal, perlengkapan ibu dan anak, perawatan berat badan, hingga alat kesehatan.

"Tujuannya bukan hanya meningkatkan penjualan, melainkan juga memperbaiki sales mix dan profitabilitas bisnis ritel," kata Ida.

Pengembangan ragam barang tersebut dirancang dengan memperhitungkan potensi pasar, frekuensi pembelian berulang, dan tingkat margin menarik. KFA juga menyesuaikan jenis produk berdasarkan karakteristik kebutuhan konsumen di tiap wilayah jaringan apotek.

Strategi tersebut diyakini mampu memacu lonjakan penjualan sekaligus memperbesar kontribusi produk bernilai tambah tinggi terhadap pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Di tengah rangkaian penguatan tersebut, manajemen memastikan seluruh lini operasional perusahaan tetap berjalan normal, mencakup sektor manufaktur, distribusi, ritel apotek, hingga layanan medis di berbagai penjuru.

Di sisi lain, perseroan sedang merumuskan kajian menyeluruh terhadap Putusan Arbitrase Internasional terkait sengketa investasi serta kepemilikan saham, sembari terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak-pihak terkait. 

Kimia Farma menegaskan komitmennya untuk senantiasa mematuhi koridor hukum serta bersikap kooperatif terhadap instansi berwenang.

Sebagai pilar Holding BUMN Farmasi, KAEF beroperasi sebagai entitas kesehatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mencakup sembilan pabrik, 44 cabang distribusi, lebih dari 1.000 jaringan apotek, lebih dari 350 klinik kesehatan, serta 60 laboratorium medis di seluruh tanah air.

Terkini