Laba BCA Digital Melonjak 53,13 Persen pada Semester I/2026

Minggu, 06 September 2026 | 00:12:02 WIB
PT Bank Digital BCA (Blu). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Digital BCA (Blu) yang merupakan anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp129,59 miliar. Angka tersebut mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 53,13% secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka Rp84,62 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, peningkatan laba tersebut terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mengalami pertumbuhan 10,92% (YoY) hingga mencapai Rp704,50 miliar.

Selain itu, pendapatan komisi serta pos pendapatan lain turut memberikan sokongan bagi perolehan laba perseroan. Hingga berakhirnya semester I/2026, BCA Digital membukukan pertumbuhan pendapatan komisi sebesar 25,74% (YoY) dari Rp47,35 miliar pada periode sebelumnya menjadi Rp59,54 miliar. 

Sementara itu, pos pendapatan lain turut mencatatkan kenaikan sebesar 25,28% (YoY) menjadi Rp42,90 miliar, naik dari perolehan semester I/2025 yang tercatat sebesar Rp34,24 miliar.

Di sisi lain, beban operasional lain terpantau mengalami kenaikan tipis sebesar 1,93% (YoY) menjadi Rp538,78 miliar dari Rp528,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Beberapa komponen beban operasional nonbunga yang mengalami pembengkakan meliputi beban tenaga kerja serta beban lain yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 12,35% dan 19,48% (YoY) menjadi Rp104,22 miliar dan Rp253,29 miliar.

Secara operasional, Bank Digital BCA membukukan laba operasional senilai Rp165,71 miliar atau bertumbuh 55,52% (YoY) dibandingkan periode serupa tahun lalu yang senilai Rp106,55 miliar. 

Sebaliknya, rugi nonoperasional tercatat membaik menjadi Rp444,00 juta, setelah sebelumnya pada semester I/2025 perseroan membukukan rugi senilai Rp1,94 miliar.

Ditinjau dari fungsi intermediasi, total penyaluran kredit oleh anak usaha BCA tersebut mencapai Rp8,99 triliun, yang mencatatkan pertumbuhan 3,31% (YoY) dari posisi tahun lalu sebesar Rp8,70 triliun. Total aset perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 16,90% (YoY) hingga menembus angka Rp20,81 triliun pada akhir Juni 2026.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut turut ditopang oleh perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh perseroan. 

Tercatat hingga Juni 2026, total DPK Bank Digital BCA mencapai Rp15,78 triliun, tumbuh 20,20% (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,12 triliun. 

Lonjakan DPK ini utamanya didorong oleh instrumen simpanan giro yang melesat tinggi sebesar 348,74% (YoY) dari Rp42,76 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp191,88 miliar pada Juni 2026.

Dari aspek indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BCA Digital mengalami penyesuaian turun dari level 37,78% pada tahun sebelumnya menjadi 34,45% pada paruh pertama 2026. 

Terkait kualitas kredit, rasio NPL gross tercatat berada di level 0,94% membaik dari periode yang sama tahun lalu di angka 0,95%, sementara NPL net tercatat sebesar 0,15% dari sebelumnya 0,22%.

Di samping itu, marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) mengalami penyusutan menjadi 7,05% dari posisi 7,47% pada periode yang sama tahun lalu. 

Di sisi efisiensi, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berhasil ditekan menyusut dari 88,29% pada semester I/2025 menjadi 83,94% pada semester I/2026.

Terkini