BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca Atasi Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 21:40:02 WIB
Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA — Pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) demi menstimulasi turunnya hujan di kawasan yang terkena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah ini diambil guna menekan dampak sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang meletus semenjak Minggu (6/9) dini hari. 

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa pihaknya kini telah menyiagakan satu armada pesawat di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, guna menjalankan OMC secara penuh seharian.

“Hari ini juga kami melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam,” ucap Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

BNPB pun bakal terus berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi pelaksanaan OMC lewat Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta ataupun Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. 

Suharyanto menyebutkan, operasi OMC krusial dijalankan agar konsentrasi abu vulkanik di udara berkurang sehingga tidak menghambat aktivitas warga serta sektor perhubungan.

“Kami akan lakukan seaman mungkin, dan tentu saja operasi modifikasi cuaca itu justru untuk membantu kondisi udara, kondisi abu vulkanik itu bisa luruh. Karena dalam kondisi erupsi, salah satu upaya yang sangat baik itu apabila kemudian datang hujan, sehingga abu itu bisa luruh ke tanah,” urai Suharyanto.

Dalam usaha meredam dampak sebaran abu vulkanik, OMC bakal dijalankan lewat dua metode. Metode pertama ditujukan untuk mendatangkan hujan dengan memakai awan-awan hujan yang ada. 

Akan tetapi, jika tidak dijumpai awan hujan, metode kedua bakal ditempuh dengan menyebarkan water mist, yakni cara penyemprotan air yang diubah menjadi butiran kabut atau titik-titik air guna membantu mengurai partikel abu vulkanik yang membahayakan.

“Untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya,” beber Suharyanto.

Di sisi lain, pemerintah via BNPB serta BMKG akan terus mengawasi situasi mutakhir usai erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda serta tetap siaga dalam menghadapi dampaknya terhadap masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam, ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi,” tutur Suharyanto.

Terkini