Rasio NPF BRI Finance Turun Menjadi 1,82% per Juli 2026

Jumat, 04 September 2026 | 05:42:31 WIB
PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance. (Foto: NET)

JAKARTA — PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance membukukan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) yang menyusut sebesar 29 basis points (bps) secara year-on-year (YoY) ke level 1,82% hingga Juli 2026.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani menyampaikan bahwa tren penurunan NPF tersebut diraih berkat penerapan analisis serta seleksi kredit yang lebih ketat, pengawasan portofolio berkala, dan optimalisasi fungsi collection maupun recovery.

"Kami juga melakukan identifikasi dan mitigasi risiko secara lebih proaktif agar potensi pemburukan kualitas aset dapat ditangani lebih awal," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Aditia menambahkan, pergerakan naik turunnya NPF secara umum memang dapat dipengaruhi oleh situasi ekonomi makro, tingkat daya beli publik, serta dinamika kualitas portofolio pembiayaan. 

Kendati demikian, pihak BRI Finance konsisten mempertahankan kualitas aset lewat penguatan manajemen risiko, pemantauan portofolio, serta penanganan collection dan recovery.

Jika dilihat dari skala industri secara keseluruhan, profil risiko perusahaan pembiayaan masih berada dalam batas aman dengan catatan NPF gross di angka 3,01% pada Juni 2026. 

Di tengah berbagai dinamika yang ada, manajemen BRI Finance memproyeksikan rasio NPF industri multifinance sampai penghujung tahun nanti akan tetap terkendali. 

Berbekal strategi komprehensif tersebut, perusahaan menyuarakan optimisme bahwa NPF dapat terus terjaga dan kualitas portofolio pembiayaan menunjukkan tren perbaikan berkelanjutan ke depannya.

Terkini

Real Betis Kalahkan Real Madrid 1-0 Berkat Gol Troy Parrott

Sabtu, 05 September 2026 | 10:31:32 WIB

Bekuk Genoa 4-1, Como Puncaki Klasemen Liga Italia

Sabtu, 05 September 2026 | 10:22:01 WIB

Hantam Koln 4-1, VfB Stuttgart Amankan Tiga Poin Pertama

Sabtu, 05 September 2026 | 10:17:02 WIB