Pasukan Khusus TNI-US Army Gelar Latihan Serangan Udara di Lampung

Rabu, 02 September 2026 | 00:41:01 WIB
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas. (Foto: NET)

JAKARTA — Pasukan khusus TNI dan US Army bersinergi melaksanakan latihan serangan dari udara menggunakan metode free fall atau terjun bebas menuju sasaran.

Aksi tersebut dilangsungkan melalui perhelatan Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlokasi di Lanud Gatot Subroto, Lampung, pada Selasa (1/9).

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Pusat Penerangan Mabes TNI dan diterima pada hari Rabu, pelaksanaan latihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapabilitas tempur para prajurit.

"Kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen TNI dalam diplomasi pertahanan dan kerja sama militer multinasional," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas saat dimintai keterangan di Jakarta.

Nas merinci bahwa sebanyak 13 personel gabungan dari unsur TNI dan Amerika Serikat ambil bagian dalam latihan tersebut.

Unsur pasukan elite dari TNI melibatkan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jalamangkara/Taifib TNI AL, serta Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpaskgat) TNI AU.

Dalam skenario latihan ini, para prajurit diwajibkan melakukan penerjunan bebas dan mendarat tepat pada titik target yang telah ditetapkan. Usai mendarat, seluruh personel langsung mengeksekusi simulasi penyabotasean titik yang dikuasai musuh.

Nas memaparkan bahwa keseluruhan rangkaian latihan berlangsung secara aman dan lancar berkat kepatuhan setiap personel terhadap standar protokol keselamatan yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Nas menaruh harapan agar daya gempur TNI semakin tangguh sehingga siap menuntaskan setiap mandat yang diamanahkan oleh negara.

"Latihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas serta mendukung stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik," ungkap Nas.

Ajang SGS edisi 2026 ini melibatkan total 4.743 personel yang berasal dari 21 negara sahabat. Kehadiran mereka di Indonesia bertujuan menguji tingkat kesiapan operasional pasukan, memperkuat diplomasi pertahanan, serta mengasah kapabilitas dalam menanggulangi berbagai dinamika tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memaparkan bahwa Super Garuda Shield merupakan agenda latihan tahunan yang diselenggarakan di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 31 Agustus hingga 11 September 2026.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” ujar Agus saat berada di Bandung pada Senin (31/8).

Ke-21 negara yang berpartisipasi meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta Vietnam.

Agus menyebutkan bahwa sebaran lokasi latihan mencakup wilayah Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, hingga Nunukan di Kalimantan Utara. Rangkaian latihan ini dijadwalkan berakhir dan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.

“Tujuan latihan adalah yang pertama untuk diplomasi, kemudian untuk bekerja sama dengan tukar kemampuan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa salah satu fokus materi yang dikembangkan dalam perhelatan SGS 2026 adalah penguasaan bidang siber.

Aspek tersebut dinilai krusial bagi institusi TNI mengingat pembentukan satuan siber baru berjalan sekitar tiga tahun terakhir, sehingga latihan bersama ini menjadi wadah efektif untuk bertukar ilmu dan keahlian dengan delegasi negara mitra.

“Misalnya kami di TNI, baru tiga tahun kami punya satuan siber dan kami di sini latihan dari posko siber dari negara-negara lain juga dan latihan-latihan lainnya,” terangnya.

Di samping itu, Agus mengemukakan bahwa SGS 2026 turut memperluas cakupan materi humanitarian assistance and disaster relief (HADR) atau misi bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana yang dipusatkan di wilayah Kalimantan Utara.

“Jadi ada materi HADR, yaitu tentang bencana alam. Tahun ini kami tambahkan materi bencana alam di Kalimantan Utara untuk dilaksanakan,” pungkas Agus.

Terkini