DPR Dorong Penanganan Serius Kekeringan Dampak El Nino di Indonesia

Selasa, 01 September 2026 | 03:13:01 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saan Mustopa. (Foto: NET)

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saan Mustopa mendesak supaya penanggulangan musibah kekeringan dijalankan secara sungguh-sungguh mengingat Indonesia kini sedang menghadapi fenomena El Nino atau kemarau berkepanjangan. 

Saan memberikan contoh salah satunya di daerah Cirebon, Jawa Barat. Beliau menuturkan bahwasanya pihaknya telah melakukan koordinasi guna mengatasi permasalahan tersebut.

"Terutama di Jawa Barat, DPR sudah mengantisipasinya. Seperti hari Minggu yang lalu pimpinan DPR ke Cirebon, memang itu daerah yang sangat terdampak, beserta dengan apa, Dirjen SDA (Sumber Daya Air), bahkan juga dengan Balai semua, semua stakeholder, untuk sama-sama menangani daerah-daerah yang kekeringan," tuturnya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Selasa (1/9/2026).

Beliau menegaskan bahwasanya penanggulangan kekeringan memerlukan komitmen serta kerja sama antara pihak dewan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Dan tentu DPR akan terus mendorong, ini bagian dari komitmen DPR, pemerintah dan DPR beserta seluruh jajaran pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota untuk menangani bencana kekeringan ini dan kekurangan air bersih buat masyarakat itu secara serius. Jadi kami sudah mulai DPR melakukannya," tutupnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan sejumlah kawasan di tanah air bakal menghadapi puncak musim kemarau pada bulan September 2026.

Situasi tersebut berpeluang menaikkan ancaman kekeringan secara meteorologis, seiring dengan temperatur udara yang bertambah panas serta sedikitnya curah hujan pada berbagai kawasan. 

Wilayah dengan status Awas, sebagai tingkatan peringatan dini paling tinggi, mencakup Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta Maluku.

Sementara itu, status Siaga diperkirakan melanda Sumatra bagian selatan, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian wilayah Sulawesi, mayoritas Kalimantan, Maluku, dan Papua bagian selatan.

Adapun daerah yang masuk kategori Waspada meliputi Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, serta Papua bagian selatan.

Keadaan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman kekeringan wajib diwaspadai pada beberapa kawasan, khususnya daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih selama rentang waktu kemarau.

Menyongsong puncak musim kemarau, warga masyarakat disarankan supaya menghemat pemakaian air serta menekan kegiatan di luar ruangan ketika siang hari saat hawa terasa sangat terik. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika turut menganjurkan masyarakat agar merawat kecukupan cairan tubuh serta menyiapkan cadangan air demi keperluan mendesak guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi bertahan hingga akhir puncak kemarau.

Terkini

BPS: Impor Migas Juli 2026 Naik 49,91% karena Faktor Harga

Selasa, 01 September 2026 | 04:55:01 WIB

Giro dan Tabungan Tumbuh Dua Digit, KB Bank Perkuat Dana Murah

Selasa, 01 September 2026 | 04:53:32 WIB

Siap Salurkan KPR 40 Tahun, BTN Menunggu Regulasi

Selasa, 01 September 2026 | 04:50:31 WIB

Rupiah Diprediksi Fluktuatif, Bergerak di Rp17.650-Rp17.800

Selasa, 01 September 2026 | 04:47:31 WIB