Syarat Perekrutan TNI Bagi Suku Dayak Pedalaman Akan Disesuaikan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:47:45 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan bahwa suku Dayak pedalaman bakal menerima perlakuan khusus dalam proses menjadi prajurit TNI.

Berdasarkan penjelasan Sjafrie, Pemerintah berencana menyelaraskan kriteria seleksi bagi warga Dayak pedalaman, termasuk untuk mereka yang berpostur fisik pendek.

“Oh ya, suku dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah,” ujar Sjafrie di Gedung DPR RI, Senin (31/8/2026).

Pernyataan itu diutarakannya kala dikonfirmasi mengenai agenda pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama deretan pejabat di Hambalang, Bogor, pada Sabtu (29/8/2026). Meski begitu, Sjafrie enggan memaparkan lebih rinci detail pembahasan dalam forum tersebut.

“Tidak ada. Saya enggak bisa menjawab soal itu karena itu rapat terbatas,” kata Sjafrie.

Ketika disinggung terkait ada tidaknya arahan spesifik dari Prabowo, Sjafrie pun tak memberikan penjelasan panjang.

“Enggak ada, ya instruksinya tingkatkan kewaspadaan,” kata dia.

Forum diskusi Prabowo di Hambalang tersebut dihadiri oleh bermacam jajaran pejabat terkait, di antaranya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara, hingga Sekretaris Kabinet.

Merujuk pada publikasi akun Instagram @sekretariat.kabinet, agenda rapat berlangsung sejak Sabtu sore hingga malam hari. Pertemuan itu mengulas beberapa topik utama, yang salah satunya menyangkut penyesuaian kriteria perekrutan suku Dayak pedalaman yang berkeinginan menjadi prajurit TNI.

Di samping itu, Prabowo turut meninjau langkah penanggulangan serangkaian bencana, seperti gempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, hingga krisis kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia, utamanya Kalimantan dan Sumatra.

Prabowo juga menginstruksikan jajaran pemerintah guna menggalakkan edukasi terkait bahaya praktik pembakaran hutan demi membuka lahan di tengah musim kemarau.

“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kami bersama,” kata Sekretaris Kabinet dalam unggahan tersebut.

Terkini