DINAMIKAUANG.COM — Kehadiran Prabowo di acara penutupan itu sekaligus menuntaskan "utang" yang sempat ia luncurkan saat membuka muktamar pada Kamis (27/8). Ketika itu, Prabowo berkelakar bahwa dirinya sudah lama meminta kartu anggota NU kepada Ketua Umum PBNU periode sebelumnya, Yahya Cholil Staquf, namun belum juga diberikan.
"Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," ucap Prabowo kala itu.
Momen Penyerahan di Panggung Utama
Prosesi penyerahan berlangsung setelah Rais Aam masa khidmah 2026-2031, KH Miftahul Achyar, menyampaikan sambutannya. Saat Miftah turun dari panggung, seorang petugas membawakan kartu anggota itu untuk diserahkan kepada Prabowo.
Miftah kemudian menyerahkan KARTANU tersebut didampingi Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum PBNU demisioner Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Keanggotaan Seumur Hidup
Setelah menerima kartu itu, Prabowo langsung naik ke panggung untuk menyampaikan pidato. Dalam sambutannya, ia mengaku terkejut sekaligus merasa terhormat karena kartu yang diterimanya tercatat sebagai keanggotaan seumur hidup.
"Begitu saya dapat, saya putuskan saya hadir. Terima kasih, ini kehormatan besar bagi saya, dan di sini ada luar biasanya lagi. Di bawahnya disebut, anggota seumur hidup. Ini luar biasa," ujar Prabowo.
Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang ini menjadi ajang pergantian kepemimpinan organisasi. Selain memilih KH Miftahul Achyar sebagai Rais Aam, muktamar juga menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU menggantikan Yahya Cholil Staquf yang memimpin sejak 2021.
Kehadiran kepala negara dalam agenda penutupan ini menjadi penanda hubungan antara pemerintah dan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Adapun tahapan berikutnya dari muktamar adalah konsolidasi pengurus baru PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.