Desta Keluar dari Vindes, Ini Cara Jaga Persahabatan Usai Tak Sekerja

Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:49:32 WIB
Presenter Desta Mahendra umumkan pamit dari Vindes Corp [FOTO: NET].

JAKARTA - Keputusan Deddy Mahendra Desta mundur dari Vindes Corp setelah lima tahun mengabdi bersama Vincent Rompies menandai babak baru bagi keduanya. 

Desta membagikan kabar pengunduran dirinya dari perusahaan yang dirintis bersama Vincent tersebut via unggahan media sosial pada Rabu (26/8/2026).

“Saya izin pamit dari Vindes Corp yaH teman-teman. Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan dan pada akhirnya diambil dengan harapan menjadi yang terbaik untuk semua pihak,” tulis Desta.

Ia turut mengimbau publik untuk tidak memicu ramalan liar atau mengaitkan keputusannya dengan isu-isu lain yang keliru dan tidak berdasar. 

Di penutup pesannya, Desta secara khusus menitipkan pesan bagi Vincent.

“And especially to @vincentrompies. Love you always, my brother. Mohon maaf kalau selama ini saya banyak salah selama di Vindes,” katanya.

Pihak Vindes Corp juga mengonfirmasi bahwa perusahaan bakal tetap berjalan beriringan dengan Vincent serta seluruh tim dalam menyongsong fase baru.

Keputusan Desta ini memperlihatkan bahwa berhentinya hubungan profesional tak serta-merta mengakhiri persahabatan personal.

 Dalam realitas sehari-hari, hal senada kerap terjadi tatkala dua orang sahabat yang mulanya bekerja bersama memilih mengarungi alur karier terpisah.

 Lantas, bagaimana cara merawat persahabatan saat tak lagi berada di lingkungan kerja yang sama?

Persahabatan Bisa Berubah Seiring Fase Kehidupan

Memasuki fase dewasa, pergeseran pekerjaan, domisili, keluarga, hingga skala prioritas mampu memengaruhi dinamika hubungan pertemanan. 

Psikolog Loren Soeiro, PhD, ABPP, melalui Psychology Today, menjabarkan bahwa pergeseran dalam dinamika dewasa sanggup memberi tekanan pada persahabatan lama.

Menurut Soeiro, ikatan persahabatan berbeda dibanding ikatan kekeluargaan lantaran berlandaskan asas kesukarelaan. 

Saat tatanan kehidupan yang sebelumnya merekatkan frekuensi tatap muka mulai bergeser, ikatan pertemanan menjadi lebih rentan terpapar perubahan. 

Hal ini dapat terjadi sewaktu dua orang sahabat yang sebelumnya bersua saban hari akibat urusan kerja tak lagi bernaung di iklim kerja yang sama.

Pola rutin yang dahulunya mempertemukan mereka secara otomatis menjadi sirna. Alhasil, hubungan persahabatan memerlukan penyesuaian bentuk baru agar tetap berlanjut.

 Soeiro menekankan pentingnya seseorang mengambil inisiatif untuk menyapa kembali kawan lama. 

Maksudnya, merawat persahabatan tidak melulu bergantung pada seberapa intens tatap muka secara langsung, melainkan pada komitmen untuk terus memelihara ikatan tersebut.

Pisahkan Hubungan Profesional dan Personal

Saat dua orang sahabat mengemban peran sebagai rekan kerja atau mitra bisnis, relasi mereka mengantongi dua ikatan sekaligus: dimensi pekerjaan (seperti tanggung jawab, keputusan bisnis, target, serta pembagian tugas) dan dimensi personal yang terbangun di luar urusan pekerjaan.

Kala kerja sama profesional usai, keduanya perlu menyadari bahwa perubahan pada satu dimensi ikatan tidak secara otomatis menentukan dimensi lainnya. 

Pembatas yang sehat mampu membantu seseorang memisahkan mana urusan pekerjaan dan mana ikatan pribadi.

Melansir Verywell Mind, batasan dalam pertemanan justru ampuh menjaga ruang pribadi sekaligus merawat rasa saling menghormati. 

Psikoterapis Laurel Healy, LCSW, menyarankan agar seseorang mendiskusikan perbedaan secara terbuka alih-alih membiarkannya menumpuk menjadi kekesalan.

“Terkadang kami memiliki teman yang sangat kami sukai, namun mereka membuat asumsi mengenai hubungan tersebut yang membuat kami merasa tidak nyaman,” kata Healy.

Pada konteks dua sahabat yang pernah bekerja bersama, pedoman ini dapat diterapkan dengan merumuskan kesepakatan batas baru usai jalinan profesional bergeser. Umpamanya, tidak seluruh masalah pekerjaan perlu dibawa ke dalam ranah persahabatan, begitu pula sebaliknya.

Tetap Berkomunikasi, tetapi Tidak Harus Seperti Dulu

Terhentinya ritme kerja bersama dapat mengubah frekuensi komunikasi. Namun, perubahan intensitas komunikasi tak selalu menandakan surutnya kualitas persahabatan.

Healy menyampaikan bahwa merawat pertemanan memerlukan daya upaya, termasuk meluangkan waktu untuk berjumpa dan menyapa.

 Jalinan yang tak lagi disokong oleh rutinitas bersama membutuhkan inisiatif lebih besar dari kedua belah pihak. 

Oleh sebab itu, sahabat yang tak lagi sekerja tidak perlu memaksakan hubungan mereka agar selalu identik seperti saat masih satu kantor. Mereka dapat membentuk pola baru yang selaras dengan ritme hidup masing-masing.

Terkini