Yosun Tire Siap Investasi Rp 4 T di KEK Batang

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:07:02 WIB
PT Yosun Tire and Rubber Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 27 Agustus 2026 lalu sukses mencatatkan potensi penanaman modal mencapai Rp 19,07 triliun. 

Acara yang dihadiri oleh sekitar 400 partisipan tersebut melahirkan 74 sesi pertemuan yang melibatkan 36 pelaku bisnis guna ditindaklanjuti secara berkelanjutan melalui pendampingan penanaman modal. 

Salah satu komitmen utama hadir dari korporasi asal Tiongkok, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, yang menyatakan kesiapannya menanamkan modal sebesar Rp 4 triliun guna membangun sektor industri penunjang rantai pasok ekosistem otomotif di kawasan KEK Industropolis Batang.

Komitmen tersebut mencakup rencana pembangunan fasilitas industri di atas lahan seluas kurang lebih 40 hektare (ha), dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 4.000 orang. 

Langkah ekspansi Yosun ini juga dirancang berorientasi pada pangsa pasar global serta dipersiapkan menjadi kantor pusat operasional perusahaan di Tanah Air. 

General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia Weng Jisheng menilai bahwa wilayah nusantara mempunyai posisi yang sangat strategis bagi ekspansi usaha mereka. Ia melihat KEK Industropolis Batang memiliki letak geografis yang menguntungkan serta ekosistem industri yang tumbuh secara dinamis. 

“Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor,” kata Jusheng dalam keterangannya dikutip Sabtu (29/8/2026).

Rencana penanaman modal jangka panjang oleh Yosun ini bertujuan membangun fondasi bisnis yang kuat di Indonesia, sekaligus memperkokoh rantai pasok sektor otomotif, menyerap tenaga kerja lokal, serta memicu pertumbuhan aktivitas perekonomian di sekitar kawasan. 

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah senantiasa berkomitmen menghadirkan iklim usaha yang kondusif, mudah, serta memberikan jaminan kepastian bagi para pelaku industri, yang diwujudkan lewat kemudahan proses perizinan, penyediaan lahan strategis, jaminan keamanan, hingga kepastian hukum dalam berbisnis. 

Ia menuturkan, Pemprov Jawa Tengah menaruh harapan besar agar masuknya modal ini mampu memperluas kesempatan kerja, memperkuat rantai pasok industri, meningkatkan kompetensi SDM, serta membuka lebar peluang kerja sama strategis bagi para pelaku usaha di tingkat lokal.

KEK Industropolis Batang (KITB) sendiri menawarkan ekosistem kawasan industri yang terpadu secara menyeluruh, meliputi sektor manufaktur, rantai logistik, hingga pariwisata. 

Kawasan ini menyediakan beragam fasilitas penunjang investasi, mulai dari kaveling industri siap bangun, bangunan pabrik siap pakai, gudang penyimpanan, hingga zona komersial serta area hunian terpadu.

Didukung oleh ketersediaan infrastruktur serta utilitas publik yang komprehensif, ditambah kemudahan akses konektivitas menuju jalur Tol Trans-Jawa, jalur Pantai Utara, jaringan kereta api, serta pelabuhan laut, KITB dirancang secara khusus untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan investor sejak fase konstruksi hingga tahap operasional berjalan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Angga Brahmana S mengutarakan bahwa pengembangan kawasan ini difokuskan guna menjawab kebutuhan para investor yang tidak sekadar memerlukan ketersediaan lahan semata, melainkan juga ekosistem industri yang benar-for-benar terintegrasi. 

Menurut pandangannya, KEK Industropolis Batang secara konsisten terus menyempurnakan infrastruktur, konektivitas, ragam produk, serta fasilitas penunjangnya agar mampu memberikan pelayanan prima bagi investor dari berbagai macam sektor maupun skala bisnis. 

Melalui penerapan konsep tersebut, kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai sentra produksi semata, melainkan sukses mengawinkan sektor industri, logistik, komersial, kawasan hunian, penyerapan tenaga kerja, serta fasilitas pendukung lainnya dalam satu kesatuan ekosistem yang harmonis.

Terkini